Oct 01 2005
BBM Versus Sang Diva
Kutipan: Jika suatu pekerjaan layak dikerjakan, maka ia wajib dikerjakan dengan sebaik-baiknya <Douglas Jerrold>
Kemaren calon kakak iparkuw ultah. Weh, musti membiasakan diri manggil mbak ni, hehehe. Mbak, selamat ulang tahun yaa. Semoga panjang umur, sehat selalu. Terwujud semua keinginan mbak saat ini. Amin. n(-.-)n *muka orang berdoa*
Mmh, kemaren mendung sejak pagi di kawasan Jakarta Selatan. Sang surya (cikiciw, bahasa gw!) tak menampakkan sinarnya. Dilanjut dengan hujan deras yang tak kunjung henti. Sepertinya menambah kegalauan hati setiap makhluk hidup pada hari itu. Ya, sejak kemaren lusa, emang Jakarta tampak lebih ‘kejam’ dibanding hari2 sebelumnya. Maced (pake D) dimana2.
Baca di koran, liat di tv dan denger di radio si, Jakarta kemaren itu macet dikarenakan demo dan orang2 yang antri BBM. Sempet baca tajuk di salah satu harian ibukota, artikel itu malah menceritakan efek kenaikan BBM dari sudut pandang si petugas2 pompa bensin. Diceritakan mereka sampe2 ga bisa rehat barang sejenak lantaran antrian panjang dan ga kunjung habis. Capek dan penat, pasti makin dirasakan oleh petugas2 itu ya. Bapak2 petugas pompa bensin, jasamu akan selalu dikenang (halah!)
Kemaren juga ada salah satu diva Indonesia mengadakan konser tunggal. Awalnya si kepengen dateng dan nonton langsung ke JCC, secara (kebetulan) idolakuw jadi salah satu bintang tamunya, hihihihi. Namun, entah kenapa koq rasanya ga gitu semangat yaa?
Setelah dipikir2 lagi, karena harga tiketnya ngajak miskin bgd dan idolakuw paling2 cuman nyanyi 1-2 lagu, mending gw nonton di tv aja deh. Setau gw, kalo konser2 semacam itu, nantinya bakal ditayangin di tv juga. Ga masalah lah nonton belakangan. Dan kalo pun pada akhirnya ga ditayangin di tv, gw mikirnya yaa itu belum rejeki gw ajah, heheh.
Lagian, koq kayaknya ga enak ya, sementara banyak yang demo kenaikan BBM dan orang2 ngeluh harga2 kebutuhan pokok ikutan naek (efek domino), eeh gw malah asik2 nonton konser. Koq kayaknya ga pada tempatnya ya. Tapi gapapa juga si, buat yang emang kemaren nonton sang diva. Duit kan duit mereka sendiri, hasil kerja keras mereka sendiri, mau bersenang2 dengan hasil keringat mereka sendiri itu suatu hal yang sah2 aja. Itu hak mereka, apalagi kalo mereka fans berat sang diva. Tp buat gw pribadi, gw ngerasa ga pada tempatnya. Itu aja.
Trus ditambah lagi sore harinya, Jakarta kembali diguyur hujan deras dan awet (lama bgd ga brenti2). Pkknya membuat gw semakin enggan keluar rumah. Maunya tidur di bawah selimut tebal nan hangat. Hmm, nyamannn.
Makanya dari semua cerita gw di atas itu, gw bersyukur kepada-Nya karena gw pada akhirnya memutuskan untuk urung niat nonton konser sang diva
Jadi..
Siapa yang menang?
Yaaa, bisa dibilang seri laahh. Hihihi
Pesan Moral: Ikuti kata hatimu. Sesuatu terjadi karena suatu alasan.
Pertanyaan: Siapa saja diva2 Indonesia yang sudah pernah menggelar konser tunggal? *koq idolakuw belum yaa..*