Oct 11 2005

HUWAA! Daku Terharu :’)

Published by jurnalharianku at 8:35 am under Uncategorized

Kutipan: Berharaplah yang terbaik, tetapi bersiap-siaplah menghadapi yang terburuk. Harapan adalah tiang yang menyangga dunia <Pliny the Elder>

Duh, bahagianya. Setelah lebih dari seminggu gak bisa pake internet, begitu bisa, terasa senang sekali hati ini. Alhamdulillah :)

Bagaimana puasanya? Lancar? Alhamdulillah. Gw sendiri Alhamdulillah puasanya lancar2 aja. Walaupun udah bolong 4 hari karena tamu-yang-rutin-bertandang-setiap-bulan-namun-dimaklumi-malahan-disyukuri-karena-itu-
pertanda-normalnya-seorang-perempuan, hehehe ;P

Eniwei, barusan gw baca salah satu harian ibukota. Dan, gw terharu. Iya. Gimana nggak? Walau hidup di Jakarta yang kian lama kian terasa kejam, namun tidak sekejam ibu tiri (halah!), ternyata masih banyak orang yang peduli sesama.

Ini cuplikan artikelnya..

Dana Kompensasi BBM - Tak Enak Dinikmati Sendiri
oleh Sarie Febrianie
<Kompas. Selasa, 11 Oktober 2005. Halaman 28>

Kalau di banyak daerah warga miskin berdemonstrasi minta dana kompensasi, di Sawangan, Kota Depok, para penerima dana tunai Rp300.000,00 per tiga bulan itu justru merelakan sebagian haknya untuk didermakan kepada sesama warga miskin yang belum mendapatkan.

… "Dari 25 nama yang saya daftarkan sebagai warga miskin, hanya 12 orang yang disetujui BPS dan bisa dapat kartu kompensasi BBM. Saya bingung dan pusing juga. Pasti kan ada warga yang batal dapat, tapi sudah mengharap. Maka, dari itu saya tanyakan kesediaan warga yang terpilih dan dapat dana untuk mau sedekah. Enggak nyangka juga pada mau sedekah," tutur Murodih (41), Ketua RT 05.

… Salah satu warga, Muniroh (28) memutuskan ikut menyedekahkan Rp75.000,00 dari total dana Rp300.000,00 yang diterimanya. "Saya sendiri yang ngantar duit sedekahnya ke rumah Pak RT. Kalau enggak mau sedekah juga enggak apa sih. Seikhlasnya saja. Yah, hitung-hitung bersyukur deh bisa dapat ratusan ribu begini, bagi-bagi sama yang lain," tutur Muniroh.

Warga lain yang juga bersedekah adalah Musanah (62). … "Yah, namanya juga terima uang kaget (menganalogikan dengan acara reality show di televisi-Red). Enggak ada salahnya orang di sekitar kita ikut nyicipin duitnya, ibaratnya gitulah," ujar Musanah yang menyedekahkan Rp50.000,00.

… Salah satu warga miskin yang mendapat sedekah dari warga penerima dana kompensasi tersebut yaitu Nenek Syiam (70). Janda dua anak ini menempati sebuah rumah reyot berdinding gedeg di bantaran Kali Caringin II. Suaminya yang dulu bekerja sebagai kuli bangunan telah meninggal sepuluh tahun lalu tanpa meninggalkan warisan yang berarti, selain sepetak rumah mereka.


Duh, baca artikel itu mata gw berkaca2. Hebat yah, orang kecil masih inget sesama orang kecil lainnya. Hati gw tertohok. Sekonyong-konyong, gw jadi inget, Allah membuat suatu kejadian pasti ada maksudnya.

Ya, itu tadi. Gw jadi belajar. Belajar dari rakyat kecil. Sepertinya mereka-mereka itulah yang bener2 mengamalkan 3M-nya yang sering dihimbau oleh Aa’ Gym: Mulai dari yang terkecil, Mulai dari diri sendiri dan Mulai dari Sekarang.

Mereka ga perlu nunggu punya duit segunung untuk bersedekah. Huhuhu. Terharu :’) Dan satu yang gw salut dari mereka adalah ternyata mereka termasuk golongan Manusia Internal*. Mas Donny, pinjem istilahnya yah! Hehe ;)


*Manusia Internal adalah manusia yang akan selalu melihat dahulu apa yang keliru/perlu diperbaiki dalam dirinya, bukan lantas menyalahkan keadaan. You’re the driver not a passenger in life.

Pesan Moral: Berusaha terus untuk bisa menjadi Manusia Internal :)
Pertanyaan: Sudahkah Anda bersedekah hari ini? Saya minum DUA! Eh? (Ini pertanyaan retorik, sebenernya. Gw gak butuh jawaban. Beramal itu kan yang yang memberi tangan kanan, namun diusahakan tangan kiri tidak melihat. Loh, ini tangan loh? Moso’ bisa liat? Yang bisa liat itu mata, dodol! Hayo hayooo, sesama batin dilarang saling berkelahi. Sudah, sudaah. Malu tuh diliat ma orang2. Heheh!)




Comments RSS

Leave a Reply