Nov 13 2005

Yangti-ku Sayang

Published by jurnalharianku at 6:55 am under Uncategorized

Kutipan: Di pagi hari, mulailah selalu dengan doa, niscaya akan mendapatkan kenyamanan jiwa sepanjang hari <Peribahasa Arab>

Yangti. Singkatan dari eyang putri. Panggilan sayang untuk ibunya
nyokap gw. Eyang yang sayang sama anak-anaknya. Eyang yang sayang sama
cucu-cucunya. Walopun terkadang gw sebagai cucu suka ngerasa
keterlaluan ma yangti. Hehe, maab ya, Yang. Abis eyang lucu bgd si.
Kalau yangti sedang berkunjung ke Jakarta, pasti suasana rumah jadi
lebih ramai.

Yangti1Foto 1. Waktu lebaran tahun lalu (2004). Di Surabaya, lagi iseng-iseng foto gila-gilaan ma yangti.
Cucu-cucu: Ayo, Yang. Foto gaya metal.. *nunjukin jari2 metal masing2 ke eyang*
Yangti:*bingung tapi tetep berusaha meniru jari2 kami*
Cucu-cucu: Gini, Yang.. *melipat jari tengah dan jari manis eyang*
Yangti:*memperhatikan dgn seksama, tapi tetep dengan raut wajah bingung*
Cucu-cucu: Siap ya, Yang.. Ayo pasang muka paling sangar.. 1.. 2.. 3..
Klik!
Yangti: *sambil tetep memperhatikan tangannya, dengan polosnya bertanya* Ini apa?
Cucu-cucu: Hahaha! Ini gaya metal, Yang. Itu loh, yang suka diacungin sama rocker2.. Hahaha!

Yanti2Foto 2. Beberapa hari sebelum lebaran tahun ini (2005).
Gw: Ayo, Yang. Gaya. Mau difoto ni..
Yangti: *dengan sigapnya yangti bergaya melewekan lidahnya*
Klik!
Gw:
KuWL!! Keren, Yang!!
…Tampaknya yangti sudah mulei terbiasa bergaya di depan kamera, hihihi…

Yangti3_1Foto 3. Lebaran hari pertama tahun ini (2005). Sedang santei-santei sembari menunggu tamu2 berdatangan.
Gw: Yang, liat kamera. Foto metal.
Eyang: *tanpa menunggu instruksi lebih lanjut. Eyang sudah mengacungkan tangan metalnya*
Klik!
…Yes! Yangti udah mahir…

Yangti4_1Foto 4. Lebaran hari kedua tahun ini (2005).
Yangti juga tak luput dari Topi Anti-Jaim. Tapi, coba lihat
sekarang. Yangti malah asik-asik aja menikmati saat2 berpose. Bergaya
metal, dengan melewekan lidah bahkan sekarang ditambah aksesoris kipas.
Sungguh, yangti adalah eyang ter-funky sejagad raya. Hidup Yangti! Hihihi ;)
…Melalui postingan ini. Gw selaku cucu
yangti mau minta maaf. Yangti, maafin Ayu atas kebandelan Ayu selama
ini yaa. Hehehe. Percayalah, Ayu menyayangi yangti sepenuh hati Ayu,
namun dengan cara Ayu sendiri. Love you, Grandma ;)…


Pesan Moral: Sayangi eyang kalian sepenuh
hati. Beri perhatian lebih kepada mereka. Terkadang tidak kita sadari,
mereka sering merasa kesepian dan terlupakan. Suatu saat kita bakal
jadi eyang juga kan? :)

Pertanyaan: Hayoo, berapa usia yangti?




2 Responses to “Yangti-ku Sayang”

  1.   ' Widia 'on 16 Nov 2005 at 3:26 am

    Asyu…
    First… Minal aidin Wal faizin… Maaph lahir batinnn…
    Second… Lo jangan GR yak… Gw mau memuji niy… Hehehe… Dengan berat hati gw mau mengemukakan pendapat gw… Menurut gw, Blog lo adalah salah satu blog yang paling “berisi” dari berjuta2 blog (hallahh… hiperbola…). Umumnya blog2 kan isinya curhatan doang tuch… Yang berujung menjadi gosip diantara yang baca… Kalo punya lo kan lain tuch… Lo bisa menggugah para pembaca blog lo melalui issue-issue yang lo angkat. Isuenya original, gak pasaran, sebetulnya sederhana (kehidupan sehari2 aja), tapi bisa lo kemas dengan sedemikian rupa sehingga menjadi “tidak biasa”. (waduw… Kalimat gw mulai resmi niy… Widia, kembali ke duniamu!!!). Ya gitu dech… Pokoknya keep the good work ya Yu… Yu ya yuuuu….

    -Widia-

  2.   Heramesayuon 16 Nov 2005 at 7:18 am

    Haiii, Widiii.. :D Huhu, kangeenn! Iya, maafin segala kekhilafan gw juga yah. Salam buat keluarga :) Hwaah! Thx bradz atas pujiannya, Wid. Daku terharu. Hiks hiks :’) Tapi masih ada berjuta2 blog yang bgs2 dan itu juga yang menginspirasi gw kok, Wid :))
    Bsyukur kalo ada yang dpt mnikmati blog gw. Bsyukur kl blog gw bs bmanfaat, hehe ;) Keep on blogwalking ya, Wid *twink-twink*

Comments RSS

Leave a Reply