Archive for December, 2005

Dec 28 2005

Pasta Ayam Nyam-Nyam

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Segala keberhasilan berasal dari keberanian untuk memulai. <Eugene F Ware>

Heheh, kok blog gw isinya jadi resep mulu bgini yak? Aah, biarin. Gw bener-bener lagi ‘teracuni’ milisnya Natural Cooking Club ni. Walopun ngga semua resepnya gw dapetin dari milis tersebut, gw jadi ketularan makin sering bertandang ke dapur, hihihi. Banyak si sebenernya yang udah gw coba, tapi yang gw masukin di blog gw itu yang udah sukses dan ‘enak’ resepnya. Yang lain masih dicari terus rumus dan formula yang tepat alias belum berhasil, hihihi.

Nah, yang di bawah selain mudah dan bahan-bahannya gampang didapetin (seperti resep-resep gw sebelumnya), kata nyokap rasanya kayak spicy lime spaghetti-nya restoran pizza yang merayakan hari ulang taun mulu (halah! maksud gw Pizza Hut, hehehe). Gw dapetin resep ini waktu lagi nonton Dapur Pintar di Trans TV, dengan chef yang namanya Ragil. Ragil, makasih yaa untuk resep mudahnya. Langsung gw praktekin loh setelah nonton. Abis bahan-bahannya kebetulan ada semua di rumah, hehehe. Nih resepnya ;)

Pasta Ayam Nyam-Nyam

Bahan-bahan:
100 gr pasta
150 gr ayam fillet, potong-potong kecil
3 buah cabe merah keriting, dipotong miring memanjang
3 siung bawang putih, digeprek (halah! bahasanya) dan dicincang halus
3 sdm minyak zaitun
Daun peterseli, cincang halus
Daun basil, cincang halus
Garam
Lada hitam

Cara membuat:
1. Pasta: Didihkan air di panci. Setelah mendidih, masukkan garam 1 sdt. Masukkan pasta. Masak dan aduk sesekali sampe pasta kenyal (al dente). Tiriskan, beri 1 sdm minyak zaitun ke dalam pasta agar pasta tidak lengket.
2. Panaskan wajan. Masukkan 2 sdm minyak zaitun. Tumis cabe merah dan daging ayam. Masak hingga setengah matang lalu masukkan bawang putih serta taburi dengan sejumput garam (deuu, bahasanya). Masak hingga daging matang lalu masukkan pasta. Beri garam sejumput lagi, masukkan daun peterseli, daun basil dan beberapa jumput lada hitam.
3. Taruh di piring saji.
4. Kirim ke rumah gw! :D

Pesan moral: Paling enak disajikan hangat-hangat :9
Pertanyaan: Tinggal berapa hari lagi kita menuju tahun 2006?

No responses yet

Dec 20 2005

Lagu Penghujung Tahun 2005

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Tidak ada yang menarik bila Anda memang tidak punya rasa tertarik. <Helen M Inness>

Lantaran beberapa hari belakangan ini gw ngedengerin acara I Do, I Don’t di GMHR 87,6 FM. Gw jadi suka lagu ini ^_^

I’ll Take Care of You

I’ll take care of you
Don’t be sad, don’t be blue
I’ll never break your heart in two
I’ll take care of you

I’ll kiss your tears away
I’ll end your lonely days
All that I’m really tryin’ to say
Is I’ll take care of you

I want you to know that I love you so
I’m proud to tell the world you’re mine
I said it before, I’ll say it once more
You’ll be in my heart ’till the end of time

I’ll take care of you
Don’t be sad, don’t be blue
Just count on me your whole life through
‘Cause I’ll take care of you

<I’ll Take Care of You-Stephen Curtis Chapman>

Pesan Moral: Ini lagu gak cuman buat pasangan loh. Bisa juga buat nyokap (besok kan hari ibu) ^_^
Pertanyaan: Buat siapa mau lo persembahkan ini lagu?

No responses yet

Dec 18 2005

Creme Caramel Cinta Damai

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Lebih baik letih karena bekerja daripada letih karena menganggur. <David Schwartz>

Iya. Creme caramel-nya cinta damai. Kenapa? Karena dibandingkan creme caramel yang klasik, creme caramel ini lebih rendah kalori sehingga tidak membuat kita panik bin parno waktu makannya. Hehehe. Kan biasanya kalo creme caramel klasik pake telur sekitar 4-6 butir. Nah ini cuman pake 3 butir, udah gitu pake susu low-fat, lagi. Damei banget kan? :)

Pasti penasaran deh ma resepnya. Gw ngedapetinnya dari majalah Santap, rubrik renovasi resep. Ini gw sertain di bawah. Selamat membuat (eh eh, kalo udah jadi dan sukses, gw gak nolak loohh nerima hasil jadinya, hihihi)

Creme Caramel Cinta Damai
Untuk: 8 porsi (per porsi 113,40 kalori)

Bahan-bahan:
175 gr gula pasir
1 sdm air
1 butir telur (besar)
2 putih telur (dari telur besar)
480 ml susu rendah lemak
1/4 sdt vanili
1/8 sdt garam.

Peralatan khusus: 8 mangkuk isi 150 ml

Cara membuat:
1). Panaskan oven sampai 190 derajat celcius.
2). Cara membuat caramel: Dalam panci dengan dasar tebal, panaskan 100 gr gula di atas api sedang. Jangan diaduk. Tunggu gula di bagian pinggir panci mulai bergelembung, aduk perlahan. Beri air, aduk sampai gula meleleh dan berwarna kecoklatan*. Langsung bagi ke dalam mangkuk. 
3). Dalam mangkuk besar, kocok gula dan telur dengan whisk. Campur ke dalam susu, vanili dan garam, kocok hingga rata (jangan berbuih). Saring ke dalam mangkuk.
4). Taruh mangkuk dalam loyang. Masukkan ke dalam oven. Isi loyang dengan air mendidih setinggi 1/2 mangkuk**.
5). Panggang sekitar 50-55 menit. Lakukan tes tusuk***.
6). Pindahkan mangkuk-mangkuk ke rak kawat, tutup dan dinginkan.
7) Untuk mengeluarkannya, selipkan pisau antara pinggir creme caramel dan dinding mangkuk. Balikkan di atas piring dessert.

*Catatan:
Masak gulanya sampe warnanya kecoklatan. Gula yang masih berwarna
keemasan rasanya kurang ‘nendang’. Kalo masih keemasan, masak bentar lagi sampe kecoklatan. Tapi ati-ati juga, jangan sampe gosong. Hehehe.
Kesempatan ngasah feeling ni ;)


**Catatan:
istilah kerennya tehnik
au-bain-marie. Itu tu, tehnik yang suka digunain kalo kita bikin
ciskeik, biar hasil akhirnya moist. Tapi kalo di creme caramel ini,
fungsinya biar gula caramel-nya gak gosong saat memanggang dan custard (campuran susu dan telor)-nya mateng
sempurna.


***Catatan:
Masukkan tusuk gigi ke dalam creme caramel. Jika tusuk gigi keluar dalam keadaan bersih berarti creme caramel sudah matang dan bisa dikeluarkan dari oven.

Hehehe, gw kasi resep kok banyakan catatannya gini yak? Resep yang aneh ;P

Yang pasti, resep sudah diuji-coba di dapur Ayu. Hihihi. Hasilnya? Cantik dan enakkk! (deeuu, bikin ndiri, muji ndiri). Tapi beneran deh, enaKKK. Yummy. Slurp-slurp. Foto menyusul yah :)

Oia, kalo versi gw, gw ganti jadi 2 telur + 1 putih telur. Susunya gw genapin jadi 500 ml, abis tanggung. Airnya gw jadiin 3 sdm. Terus juga bisa buat 10 porsi. Yaa, coba-coba aja terus bikin yang sesuai selera masing-masing ya.

Pesan Moral: Asa bisa karena biasa.
Pertanyaan: Beli gelatin yang halal dimana yaa? (halah, lagi-lagi pertanyaannya gak nyambung pisan?)

No responses yet

Dec 15 2005

Nugget-Doyan-Gulir-Gulir

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Mereka yang takut berbuat salah, biasanya jarang memiliki gagasan-gagasan baru. <Orison S Marden>

Seperti yang kita tau, sekarang jamannya segala hal yang serba cepet dan ringkes. Begitu pun sama lauk. Biasanya kalo mau ringkes, kita pake makanan beku seperti chicken nugget, chicken katsu, spicy wing, dll. Tinggal goreng bentar, langsung jadi. Selama ini gw penasaran dong apa aja si sebenernya isi dari chicken nugget itu?

Nah, kebetulan banget kemaren baru gabung ma milis natural cooking club. Jadi dapet
resep-resep banyak dari blog-blog anggota milis tersebut-yang mana emang pada hobi masak dan bikin kue. Dan tau gak? Kemaren juga nemu satu resep nugget ayam. Secara (kebetulan) gw kalo cari resep selalu cari yang bahannya ga neko-neko, mudah didapat dan gampang dibikinnya. Resep di bawah ini masuk dalam kriteria gw tadi :)

Nugget-Doyan-Gulir-Gulir
(untuk 24 potong)

Bahan-bahan yang Mudah Didapat:
250 gr daging ayam cincang
2-3 lembar roti tawar
100 ml susu cair
1/4 bawang bombay, cincang halus
1-2 siung bawang putih, cincang halus
1 kuning telur ayam
1 sdt garam (ato sesuai selera)
1/2 sdt merica (ato sesuai selera)
2 sdt gula (ato sesuai selera)

Bahan untuk Gulir-Gulir:
2 putih telur
tepung roti

8 Langkah Mudah Membuatnya:
1). Rendam roti tawar dengan susu cair hingga lembut dan hancur (gampang kan?)
2). Masukkan daging ayam cincang, bawang bombay, bawang putih. Campur rata (ga menemukan kesulitan kan ya?)
3). Tambahkan garam-merica-gula. Aduk hingga rata (jangan bilang lo gak bisa)
4). Taruh adonan dalam loyang segi empat (yup, tinggal dituangin)
5). Kukus dalam dandang panas hingga matang. Angkat, dinginkan (dikukus sekitar 15-20 menit)
6). Setelah dingin, lepaskan dari loyang. Potong-potong jadi 24 (ya iya dong pake pisau. Moso’ pake ayakan?)
7). Kemudian gulirkan potongan-potongan ayam tadi dalam putih telur. Gulirkan di tepung roti. Sekali lagi, gulirkan ke putih telur. Gulirkan kembali ke tepung roti. (Digulir dua kali, biar mantap tertutup tepung roti, gitu)
8). Goreng sampe kecoklatan. Tiriskan. Siap dihidangkan pake saus tomat dan saus sambal botolan.

Mudah bukan? :D

Kalo mau lebih ringkes lagi. Proses kukus dan gulir-nya dilakukan sehari sebelumnya. Masukin kulkas. Besokannya kalo mau dimakan, tinggal digoreng. Siap jadi lauk deh :)

Pesan moral: Segala sesuatu yang melalui proses, hasilnya terasa memuaskan. Seenggaknya bagi gw pribadi. Hehehe ;)
Pertanyaan: Siapa yang punya resep-resep mudah? Gw mau dong! :D

No responses yet

Dec 15 2005

Penampilan Penting (Sepenting Inner Beauty)

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Penampilan yang baik akan bicara lebih dahulu sebelum Anda mengucapkan sesuatu <Sidney N Bremer>

Baru-baru ini gw dapet sms dari temen gw yang pengen nurunin berat badan (Hei, kamu! Ayo, niat bulat-tekad kuad donk!^_^) Dia pengen nurunin berat badan lantaran dia dikasitau temen-temennya kalo dunia kerja itu mengutamakan penampilan. Banyak temen-temennya yang gak keterima kerja karena penampilannya kurang mendukung. Ada yang kekurusan lah, ada yang kependekan lah, ada yang penampilannya kurang rapih lah, dll. (Hei? Teman-temannya melamar kerja jadi America’s Next Top Model kah??)

Masalah menurunkan berat badan, tidak dapat dipungkiri hal ini selalu jadi momok bagi banyak perempuan di dunia ini, bukan? (Tidak, tidak. Saya tidak sedang membicarakan perempuan-perempuan yang susah gemuk). Yang pasti, harus ada niat bulat-tekad kuad itu tadi.

Diansastro2Sebenarnya penampilan yang baik tidak melulu berat badan ideal si. Bisa aja dia gemuk atau sedikit berisi namun penampilannya enak dilihat. Contoh nyata Oprah. Tapi coba deh gw kasih contoh ekstrim, kalo dikasi kebebasan memilih, pilih Pretty Asmara atau Dian Santro? Gw yakin kebanyakan orang, terlebih cowok-cowok, pasti pada milih artis yang kedua deh. Ya kan? ;)

Lagi-lagi, baliknya ke fisik. Itulah. Gw pribadi masih belum bisa menerima sepenuhnya kutipan Don’t Judge A Book by It’s Cover atau Jangan Menilai Buku dari Sampulnya. Karena pada kenyataannya yang gw liat sehari-hari, penampilan itu penting sepenting inner beauty. Musti jalan beriringan. Musti sinkron. Kutipan di atas sono lebih masuk akal, menurut gw :)

Masalah tidak diterima di dunia kerja, mungkin mereka (orang-orang di
dunia kerja) itu mikir kalo kita aja gak bisa ngurus diri sendiri,
gimana bisa ngurus hal lain yang akan menjadi pekerjaan kita nantinya? Mungkin itu jawaban paling simpel yang bisa gw kasi saat ini. Dari sisi penampilan, menurut pandangan gw.

Pesan Moral: Gw ngomongin penampilan gini berasa penampilan gw udah yahud ajah yak? Hmbwehe. Nggak kok. Jujur, gw juga masi belajar terus. Intinya, berusaha untuk menjadi lebih baik aja kali ya? :)
Pertanyaan: Apa judul filem terbaru Dian Satro? (alah, gak nyambung pisan!)

No responses yet

Dec 07 2005

Tontonan yang Melelahkan

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Tertawa selalu membawa keluar dari situasi yang tidak membahagiakan <Red Skelton>

Gandalf_rotkDua hari yang lalu, gw baru nonton filem trilogi The Lord of the Rings (TLOTR). Ya, ya, ya, telat banget ya? Hari gini baru ntn TLOTR? Tapi lebih baik telat daripada nggak sama sekali kan? Jadi beberapa waktu lalu, stasiun tv yang ada angka 7-nya (alah, TV7 maksudnya) menayangkan TLOTR-The Fellowship of the Ring. Penasaran ma dua filem selanjutnya, akhirnya gw pinjem di salah satu VCD rental.

Gollum_rotk_1TLOTR-The Two Towers dan TLOTR-The Return of the King. Pokoknya hari itu judulnya harinya TLOTR deh. Gila. Dari sore-waktu adek gw yang paling kecil pulang sekolah- sampe jam 10 malem, ga berenti nonton tu filem. Tiap filemnya sekitar 3 jam-an alias 3 keping. Tadinya waktu filem ketiga-keping pertama, gw ma adek gw udah nyerah aja, keping ke-2 dan ke-3 nya mau dilanjutin keesokan harinya. Capek. Tapi setelah menit-menit terakhir keping pertama, kita malah semakin penasaran dan memutuskan untuk ngelanjutin terus, abis daripada ngegantung?

Filemnya bagus. Gw gak usah ceritain bagusnya gimana ya? Toh, udah pada tau semua. Ya kan? Gw yakin pada setuju semua deh kalo tu filem bagus. Walopun gw pribadi ngerasa agak-agak susah mengingat sekian banyak nama tokoh atau benda-benda (seperti pedang, dll) di filem tersebut. Hehehe. Abis namanya gak familiar di otak gw. Gandalf, Sauron, Saruman, Aragorn, Legolas, Gimli, Gollum bahkan ada Ansadur dan Ilsidul. Kalo dipikir-pikir kayak nama obat pusing yak? Sekalian aja Panadol. Hihihi.

Aragorn_rotkSuka ma Aragorn (cakep! ^_^), Legolas ma Gimli. Apalagi waktu Legolas dan Gimli banyak-banyakan menjatuhkan musuh-musuhnya. Kocak banged. Baru kali ini gw nonton filem dan setelahnya ngerasa capek. Iya, capek. Di filem itu, ada saat dimana ganti setting, kita gunain sebaik-baiknya untuk narik nafas panjang. Setelah itu tegang lagi sampe ga inget bernafas (alah, hiperbol). Ini mungkin yang disebut filem bagus ya? Bisa bikin penontonnya bener-bener terpaku dan terpukau. Tapi beneran deh, capek. Gw ma adek gw sama-sama mengakui capek setelah nonton tu filem. Hhh, filem yang melelahkan.. :)

Pesan Moral: Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Hehe ;)
Pertanyaan: Apa nama VCD rental tempat gw pinjem TLOTR? (clue: tempatnya di Barito, sebelah Barossie)

No responses yet

Dec 04 2005

Awas Loh..

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Satu-satunya alasan adanya waktu adalah supaya segala sesuatu tidak terjadi pada saat yang bersamaan <Albert Einstein>

Eh.. Eh.. Udah gw ingetin loh ya, ini postingan jorok. Maaf sebelum dan sesudahnya bagi yang tidak berkenan yaa.

Setiap jalan gw selalu melihat ke bawah. Enggak, bukan karena gw gak percaya diri. Itu karena gw sedang mengawasi jalan itu apakah bersih atau tidak, dari yang namanya l-u-d-a-h. Iiiyyuuhh. Ya, gw paling sebel kalo liat jalan yang ada ludah atau orang yang sedang buang ludah sembarangan. Sungguh sangat menjijikkan sekali banget-banget (halah! Kalimat yang boros)

Suatu pagi, gw bangun tidur, lagi ngulet (apa ya bahasa Indonesia-nya? Mm, meregangkan badan). Tiba-tiba dari luar jendela ada suara, "HOOEEEKHHHKKHHKKHH.. cuih!" Hiiiyyaaa, sial! Pagi nan cerah dirusak oleh suara yang tidak bertanggung jawab ituh! Polusi suaraaa! Mana tu orang melakukannya dengan semangat ‘45 dan suara yang amit-amit kerasnya, pula. Pagi-pagi udah bikin orang misuh-misuh, bikin orang nambah dosa lantaran si orang yang ngedenger ngedoain yang jelek-jelek buat si pembuang ingus/ludah/lendir (iiiyyyuuuhhh) sembarangan itu.

Apa sih yang sebenernya bikin orang buang ludah sembarangan? Duh, nggak banget deh. Katanya orang modern, tapi buang ludah aja masih sembarangan. Apa orang-orang itu menganut slogan baru sebuah deterjen "Berani Kotor Itu Baik"? Nggak, gw gak sependapat. Kalo "Berani Kotor Itu Boleh", gw masih bisa nerima. Tapi kalo baik, baiknya dimana? Di agama gw diajarin, kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Kalo kotor itu baik? Wah, lagi-lagi pembodohan bagi generasi yang akan datang dong. Kalo kotor itu baik, yaa sekalian aja baju-bajunya gak usah dicuci pake deterjen tersebut. Hehe, senjata makan tuan. Gak ada yang beli produknya looohhh. Hihihi. Dasar Ayu jail.

Pokoknya kalo liat gw lagi jalan sambil nunduk ke bawah itu artinya gw lagi berusaha menghindar dari "ranjau-ranjau" itu. Jadi tetep tegur gw yah? *apa sih*

Pesan Moral: Jangan buang ludah sembarangan ya? Ya? Ya? Ya?
Pertanyaan: Apa yang bikin gw jalan sambil nunduk?

No responses yet