Archive for January, 2006

Jan 27 2006

Satu Genggam

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan:
Cukup andalkan tangan. Tak perlu susah-susah mencari timbangan untuk mengukur berat makanan yang pas dengan kebutuhan kita. Kepalan tangan Anda merupakan alat ukuran yang praktis. Satu porsi kebutuhan makanan kita, besarnya kira-kira sama dengan satu genggaman tangan. Jadi untuk sekali makan cukup satu genggaman makanan yang mengandung protein, satu genggam sayuran, satu genggam buah-buahan dan satu genggam nasi. <Majalah fit edisi Februari 2006>

Wow, Tuhan Maha Mengatur yaa. Liat deh kutipan di atas. kita dikasi takaran yang pas buat kita masing-masing. Kelebihan takaran itu adalah dapat selalu kita bawa kemana-mana. Ya, kepalan tangan kita bisa jadi patokan yang pas buat porsi kita sekali makan. Menakjubkan. Subhanallah :D

Tapi bandelnya gw, selaluu aja gw tambahin dengaaan.. jreng.. jreeenngg..

Satu genggam coklat,
Satu genggam
permen,
Satu genggam
cookies,
Satu genggam cake,
Satu genggam
snack,
Satu genggam
ice cream,
mmh.. Tambah satu genggam
ice cream lagi deh, hehehe.. :P


Pesan Moral: "Satu genggam++"-nya gw itu namanya Lapar Mata.
Pertanyaan:  Gimana yaa cara ngatasin lapar mata itu?

No responses yet

Jan 16 2006

Buat Para Penggemar Kopi

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Jangan berbagi kesulitan dengan orang yang tidak mampu menolong Anda. <Anonim>

Ribet. Satu kata yang mewakili ketika pertama kali gw bikin ni roti. Awalnya sih karena roti ini sibuk diperbincangkan di milis kesayangan gw, jadinya gw merasa tertantang untuk mencobanya. Padahal ni resep ga masuk kriteria gw. Selain ribet, juga lama. Nunggu si ragi bekerja sempurna.

Coffeecream_bun_2Tapi begitu udah tau triknya ternyata jadinya kayak foto-foto ini. Cantik yaaa. Bilang cantik doong. Ayo dooongg. Yaa, seenggaknya bagi gw, mereka lebih rapih dan tampak lebih ‘manusiawi’ dibanding percobaan pertama gw. Kata nyokap gw, enak dan pas rasanya. Apalagi kalo dimakan sore-sore di kala hujan sambil minum teh anget. Aih aih. Tapi kata adek gw pait. Mungkin emang lebih cocok di lidah orang yang suka kopi ya? Soalnya oom gw yang suka kopi juga suka ni roti. Dan, karena cuma nyokap gw yang suka sama ni roti, kali kedua gw bikinnya separo resep dan adonan buat roti dan isinya gw bagi dua dari resep aslinya, jadilah roti-roti mini nan imut di bawah.

Coffecream_bun2_2Di belakang coffecream bun itu ada carrot cake yang gak pake cream cheese icing (lagi males ngocoknya, hehe! Lagian dimakan gitu juga enak kok, beneran)

Oh. Oh. Pasti udah kepengen tau resepnya yaa? Boleh boleh ;) Resepnya gw kasi catatan tambahan (yang pake warna ijo) yang mungkin sekiranya membantu setelah gw dua kali mencoba membuat resep ini. Selamat bereksperimen! :D

Coffee Cream Bun (aka Roti Krim Kopi aka Roti Boy)

Bahan A
500 gr tepung terigu protein tinggi (cakra kembar)
220 ml air putih
11 gr ragi instan
2 butir telur
25 gr susu bubuk

Bahan B
75 gr salted butter
1 sdt garam
–> Bahan A dan B gw pake separo resep

Isian
160 gr salted butter, bagi menjadi 16 bagian @ 10 gr, bekukan –> gw pake 80 gr tapi tetep gw bagi jadi 16 @ 5 gr

Topping
75 gr unsalted butter
100 gr tepung gula
2 sdm kopi instan
1 butir telur
75 gr tepung terigu protein rendah
20 gr susu bubuk
1/2 sdt essence coffenoir
–> semua bahan topping gw pake separo resep

Cara membuat:
1). Siapkan loyang datar 2-3 buah dengan kertas roti yang dioleskan mentega.
2). Campurkan semua bahan A, uleni hingga kalis. Masukkan bahan B, aduk dan uleni hingga rata dan elastis.
3). Bulatkan adonan, diamkan 30 menit.
4). Kempiskan adonan, buat timbang @ 60 gr –> ini gw jadiin @ 30 gr, pipihkan, isi dengan butter, bulatkan kembali. Taruh di atas loyang. Diamkan selama 45 menit.
5). Topping: Kocok mentega, tepung gula dan kopi instan sampai lembut, masukkan telur, kocok merata. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk dengan cara diayak. Terakhir masukkan essence coffenoir, kocok hingga rata.
6). Semprotkan adonan topping ke atas adonan roti dengan plastik segitiga (bentuk melingkar seperti obat nyamuk bakar dari puncak adonan roti sampai 3/4 bawahnya).
7). Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat celcius, kurleb 13 menit.
8). Sajikan hangat dengan teh manis :9
(Sumber resep: Milis Natural Cooking Club, majalah Sedap Sekejap)

Pesan Moral: Selera orang berbeda-beda.
Pertanyaan: Cake apa yang ada di belakang coffeecream bun?

No responses yet

Jan 12 2006

Cara Lain Menikmati Wortel

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Antusiasme itu sangat menular, oleh sebab itu sebarkanlah wabahnya. <Don Ward>

Pertama kali kenal cake ini dari mbak Irma-senior designer di DESiGNLab. Hai, mbak Irma ^_^ Awalnya gw sempet menggaruk-kepala-yang-tidak-gatal, kok wortel bisa dijadiin bahan buat cake yaa? Bagaimana rasanya? Ternyata begitu mencoba, sirna semua kegelisahan di hati (halah). Mm, enyak enyak enyak :9 Cake ini pantas disandingkan sejajar dengan kelezatan banana cake.

Carrot_cake_with_cream_cheese_icingNama kerennya carrot cake. Tempo hari waktu lagi iseng-iseng buka-buka majalah Santap yang gw punya, gw nemu resepnya. Terbersit keinginan untuk mencoba membuatnya. Coba aah.. Ditambah lagi, kata mbak Vania, membuat carrot cake itu tingkat kegagalannya sangat kecil. Bulat tekadlah diri ini untuk bertandang ke dapur, memperbudak oven dan mixer punya mama yang jadul punya, hehehe. Hari Senin kemaren akhirnya bikin carrot cake with cream cheese icing. Jadinya? Cake dengan wangi kayumanis dan cantik tampilannya. Penasaran mau coba bikin juga? Nih resepnya, gw ambil dari majalah Santap tapi gw adaptasi dan kombinasikan dengan cara membuatnya mbak Vania :)

Carrot Cake with Cream Cheese Icing

Untuk 8 potong
Persiapan: 20 menit
Memanggang: 40 menit

1 cup (140 g) tepung terigu
1 sdt baking powder
1/2 sdt soda kue
1/2 sdt garam
1/2 sdt kayumanis bubuk
125 g gula pasir
2 butir telur
5 sdm canola oil atau flaxseed oil
1 (100 g) buah pisang ambon matang, kupas, lumatkan –> bahan ini gw gak pake untuk menjaga ke-original-an rasa dari wortelnyah.
1 cup (140 g) wotel serut –> gw jadiin 250 g wortel parut :)
1/4 cup (35 g) kenari iris/almond cincang kasar

Cream cheese icing
3 (45 g) sdm mentega
3 (50 g) sdm cream cheese
10 g gula bubuk
Susu cair rendah lemak (low fat milk) secukupnya

Peralatan khusus: loyang bundar diameter 20 cm tinggi 7 cm.

Cara membuat:
1). Olesi loyang bundar diameter 20 cm dengan mentega, taburi tepung terigu. Alasi kertas roti. Panaskan oven 180 derajat celcius.
2). Campur tepung terigu, baking powder, soda kue, garam, kayumanis bubuk, dan gula pasir. Kocok dengan mixer, sambil masukkan telur, minyak canola, dan pisang lumat hingga rata. Masukkan wortel dan kenari/almond. Ratakan dalam loyang. Panggang dalam oven hingga masak (35-40 menit). Taruh di atas rak kue hingga dingin.
3). Cream cheese icing: campur mentega, cream cheese, dan gula bubuk dengan mixer hingga rata. Bila terlalu pekat, tambahkan susu cair, hingga cukup kental. Olesi seluruh permukaan dengan cream cheese icing.
4). Kirim ke Lamandau dooonnngg! ;)

Info nutrisi per potong
Energi: 326,3 kalori
Karbohidrat: 35,4 g
Protein: 5 g
Serat: 1,1 g

(Sumber foto dan resep: Majalah Santap edisi Oktober 2004)

Pesan Moral: You Are What You Eat.
Pertanyaan: Merujuk kalimat di atas. Jadi gw seperti kelinci kah?

No responses yet

Jan 03 2006

Gak Enak Badan dan Kecemplung

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Mencetak kawan tidak kalah pentingnya dengan mencetak uang <anonim>.

Selamat Tahun Baru 2006! :D

Gw menutup tahun 2005 dengan berbagai rasa.

Mulai hari Jumat kemaren, gw udah ngerasa gak enak badan. Idung bercucuran, batuk menggonggong, pala rasanya ngalah-ngalahin beban untuk squat di gym, mata mendidih. Akhirnya gw minum obat yang kata sepupu gw ampuh. Maya, makasih yaa untuk sarannya ;) Tapi bener seperti kata nyokap gw, ternyata tu obat saking ampuhnya juga membuatku sangat sangat merasa sulit membuka mata alias bikin ngantuk berad. Obat dengan awalan A, dan akhiran D, dan di tengah-tengahnya ada huruf C, T, I, V, E.

Jadi mulai Jumat malam, gw minum itu. Karena malam hari itu memang waktunya untuk tidur, jadi belum berasa tuh keampuhan tu obat. Tapi waktu Sabtu pagi gw minum tu obat lagi, walaaah gak lama setelahnya kok gw sangat sangat merasa mengantuk. Jadi… Tidur lagi sampe siang. Bisa dibilang setengah hari itu kerjaan gw molor mulu. Hehehe ;P

Sorenya masih dengan badan yang rasanya awut-awutan, gw bareng adek gw dan sepupu gw berencana menjemput sepupu gw yang lain di Gambir. Dia sms minta dijemput di Gambir jam 7 malam. Dan, kita semua baru ngeh kalo hari itu tanggal 31 Desember. Ya, malam tahun baru. O-ow. Udah kebayang aja pasti bakal macet banged sekitar Monas.

Keadaan diperparah dengan… Supir gw -yang rencananya mengantar kami ke Gambir- ternyata udah balik dari tadi siang dan kita semua pada baru taunya setelah detik-detik terakhir waktu untuk menjemput. Damn. Ya udah, akhirnya pesen taksi dan berencana naek Trans Jakarta dari Gambir untuk pulangnya nanti, dengan pemikiran kalo naek taksi pasti gak jalan deh, lautan manusia gitu.

Jadilah kita sampe di Gambir diiringi hujan, yang sepertinya turun dengan malas-malasan tapi tetep berhasil membuat Jakarta basah. Mungkin hujan berpikir, kok gw masih disuruh kerja aja si sementara orang-orang udah bersiap-siap menyambut tahun baru? Hehehe. Kasian kamu, Hujan.

Sembari nunggu kereta yang membawa sepupu gw dari Bandung ke Jakarta datang, kita bertiga ‘mengisi bahan bakar’ di Dunkin. Kita makan untuk persiapan jalan menuju halte busway terdekat (yang nyatanya sama sekali tidak dekat). Begitu sepupu gw dateng, kita persilahkan makan-minum dulu sambil ngobrol-ngobrol. Setelah kita berempat udah ngerasa bertenaga lagi, ngerasa kita siap dan bertekad, "Yuk, sekarang kita jalan.."

Keluar Dunkin jam setengah delapan malam. Kita jalan di kegelapan. Tiba-tiba terdengar bunyi, "Cluk!" Waa, kaki kanan gw masuk kubangan. Gw buru-buru angkat kaki kanan gw. Tiba-tiba, "Cluk!" Waaa, kaki kiri gw gantian masuk kubangan itu. Huhuhu. Kubangan itu ternyata besar dan mayan dalem. Jadi sendal dan celana panjang gw sukses ‘terendam’. Sepupu-sepupu gw ketawa-tawa. Sepupu satu bilang, "Hahahaha! Mbak Ayu, sekali lagi kecemplung, berhadiah piring cantik tuh!" Sepupu lain menambahi, "Melebihi kedunguan seekor keledai! Keledai aja belajar, Mbak! Hahaha!" Sial…

Akhirnya gw cuci kaki gw pake air minum. Udah bersih dooong. Kita jalan lagi. Tiba-tiba, "Cluk!" Aku nampak deja vu! Hwaaa! Ya, kaki gw nyemplung lagi di kubangan. Gw sukses dapet piring cantik. Di atas pala gw serasa ada sekawanan keledai sedang menari balet dengan indahnya…

Pesan Moral: Masuk kubangan = Keledai.
Berkali-kali masuk kubangan = Keledai pangkat n. (Di mana n adalah sebanyak berapa kali kita masuk kubangan).
Pertanyaan: Piring cantik gw mengandung formalin ato ngga?

No responses yet