Archive for October, 2006

Oct 23 2006

Kastengel (Resep Kuno)

Published by jurnalharianku under herRECIPES

Kutipan: Banyak hal-hal di dunia ini yang sebelumnya dianggap mustahil dan baru menjadi kenyataan setelah dikerjakan. <Louis D Brandeis>

Hoho, misi terselesaikan. Emang kepengen banget di bulan puasa tahun ini, bikin kuker khas lebaran. Ya, apalagi kalo bukan Nastar dan Kaastengels. Yup, sebelum bulan Ramadhan berakhir, akhirnya gue sempet bikin dua kuker khas lebaran itu. Alhamdulillaaah :)

Kaastengels1Kaastengels (Resep Kuno)
untuk 70 buah
sumber: Majalah Santap edisi 15 Oktober-14 November 2004

Bahan:
75 gr mentega wijsman
75 gr margarin
1 butir kuning telur
200 gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
125 gr keju parut edam yang tua

Olesan dan taburan:
1 butir kuning telur
1/2 sdm air
Keju parut edam

Cara membuat:
Kaastengels21. Olesi loyang tipis-tipis dengan margarin. Ayak tepung, baking powder, dan garam.
2.  Adonan: kocok mentega dan margarin dengan mixer kecepatan sedang sampai agak lembut (3 menit, jangan terlalu lama). Masukkan kuning telur, kocok sampai mengembang (2 menit).
3. Masukkan tepung dan keju parut ke dalam adonan, lalu aduk secukupnya sampai tercampur. Bulatkan adonan, bungkus dengan plastik wrap, dan simpan dalam lemari es sedikitnya 30 menit atau semalam.
4. Membentuk: keluarkan 1/2 bagian adonan. Bentuk seperti tali tebal, garis tengah kurleb 1 cm. Potong panjang 4 cm atau sesuai selera. Taruh di atas loyang, olesi dengan kuning telur yang dicampur air. Taburi atasnya dengan keju parut.
5. Memanggang: panaskan oven pada suhu 160 derajat celsius. Panggang kue selama 15-20 menit sampai kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven, tunggu 5 menit sebelum memindahkannya ke atas rak kawat.

Pesan: Kemaren gue gak nemu Edam, jadinya gue ganti pake Gouda yang tua. Jadinya kok asin ya? Biar bkurang asinnya, gue panggang lagi agak lama biar kejunya kering. Mayan deh udah gak terlalu asin dan makin renyah, krenyess.. krenyeess.. :)
Pertanyaan: Apa ya yang bikin kaastengels gue asin?

3 responses so far

Oct 21 2006

Nastar Almond

Published by jurnalharianku under herRECIPES

Kutipan: Bila Anda tidak bekerja keras, maka kemenangan yang Anda peroleh tidak begitu menyenangkan. <Dick Vermeil>

Wiii, ga kerasa udah hampir dua minggu gue ga nge-blog. Serasa menelantarkan nih. Huhu. Sebagai rasa penyesalan, gue posting satu resep kue yang harus/kudu/musti/wajib dicoba di bulan Ramadhan ini. Yup, resep nastar! Resep ini udah diuji coba di dapur Lamandau, dan soal rasa, dijamin enak banged-nged. Sumpah. Kalo ga percaya, silahkan tanya sama orang rumah :))

Jadi tuh, perpaduan rasa gurihnya kulit dan manis-asamnya isian membuat mulut ga bisa berhenti mengunyah lagi, lagi dan lagi. Hmm, enyaaaaakkss! :9

Nastar_almond1Nastar dengan Almond
untuk 45 buah (kalo gue jadi 75 buah)
Sumber: Majalah Santap edisi 15 Oktober-14 November 2004

Bahan:
100 gr mentega tawar
80 gr margarin
30 gr gula bubuk
2 butir kuning telur
240 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
50 gr almond bubuk

Filling:
500 gr nanas parut
1 batang kayumanis (3 cm)
1/2 sdt garam
175 gr gula pasir

Olesan dan taburan:
1 butir kuning telur, kocok bersama 1/2 sdm air
Almond cincang secukupnya

Peralatan khusus:
Loyang kue kering, kuas yang lembut

Nastar_almond3Cara membuat:
1. Adonan kulit: kocok mentega, margarin, gula bubuk, dan kuning telur dengan mikser berkecepatan sedang hingga tercampur rata (2 menit). Kocok asal tercampur saja, jangan terlalu lama. Masukkan tepung terigu, garam, dan almond bubuk.
2. Filling: masak nanas parut dan kayumanis dalam wajan atau panci non alumunium, dengan api sedang, sampai airnya mengering. Jangan lupa mengaduk. Masukkan garam dan gula pasir. Masak dan aduk sampai kental dan tidak lengket pada kuali. Dinginkan.
3. Bentuk selai nenas membentuk tambang dengan garis tengah 1 cm, Potong-potong sepanjang 5 cm.
4. Membentuk: panaskan oven pada suhu 160 derajat celcius. Ambil 1/2 bagian adonan kulit. Gilas di antara 2 lembar kertas roti hingga adonan berbentuk persegi panjang, tebal 2 mm. Potong persegi kurang lebih ukuran 5×4 cm. Taruh 1 bagian selai nanas pada sepotong adonan kulit, gulung. Taruh di atas loyang beroles mentega.
5. Memanggang: panggang selama 20 menit sampai kue mengembang. keluarkan dari oven dan olesi atasnya dengan kuning telur dan taburi dengan almond cincang. Masukkan kembali loyang berisi kue ke dalam oven, panggang 10 menit lagi.
6. Keluarkan dan dinginkan ke di atas rak kawat. Siap dijadikan kudapan yang mantab! Mm, nyam-nyam! :9

Pesan: Buat Nicole yang dulu sempet nanya resep nastar, cobain resep ini deh! :)
Pertanyaan: Ada yang punya resep kaastengels yang enyaks? Mauuuuu! :D

No responses yet

Oct 07 2006

Dian Juga Manusia

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Janganlah takut berbuat kesalahan, karena dari kesalahan tersebut keberanian berawal. <Mary Tyler More>

Rasanya udah sebulan ini Dian Sastro acapkali (alaahh) menghiasi layar kaca di rumah gue. Setiap Jumat-Sabtu-Minggu, dia membawakan kuis dengan hadiah terbesar (adaptasi dari kuis Who Wants To Be A Millionaire-yang sampe sekarang pun walo nama kuisnya udah ganti tapi tetep gue nyebutnya kuis huwanstubi, hihi). Dan setiap hari Sabtu juga, dia berakting di filem DTK (Dunia Tanpa Koma).

Hmm, setelah diperhatikan selama sebulan ini, gue menyimpulkan Dian Sastro lebih cocok berakting dibanding membawakan acara kuis.

Adek gue (yang emang kritis) dari awal udah bilang dia nggak pantes membawakan kuis huwanstubi. Ya iyalaahh, mungkin mindset adek gue udah terpatri selama ini dengan pembawa acara kuis sebelumnya yaitu Tantowi Yahya. Tapi gue lebih milih memperhatikan beberapa episode dulu sebelum menyimpulkan. Mungkin hal ini dikarenakan membawakan acara kuis adalah satu hal yang baru bagi Dian Sastro. Sehingga Dian terlihat gugup pada saat membawakan acara kuis tersebut. Padahal kalo dia mau lebih cuek dan berani ‘lepas’ dari image Tantowi Yahya, justru malah terlihat ’smart’. Yup, mungkin ini yang dinamakan ekspektasi berlebih untuk seorang Dian Sastro.

Muleilah gue sama adek gue mencari seseorang yang sekiranya pantas menjadi pembawa acara kuis tersebut. Haha, emang enak jadi penonton! :D

Awalnya tercetus nama Alya Rohali, tapi urung karena dia sepertinya kurang bersahabat. "Ah! Mungkin Shahnaz Haque lebih ‘masuk’ nih kalo membawakan kuis ini yak?" Secara (kebetulan), dia tu pernah bawain kuis dan dia juga jadi penyiar di salah satu radio di Jakarta sehingga kita membayangkan kalo dia tu udah terbiasa berinteraksi dengan peserta kuis dan pendengar radio.

Muncul lagi, nama Indy Barends, namun tidak disetujui karena mengingat kita udah terlalu sering ngeliat Teh ‘Ndy di Ceriwis setiap hari dan Lepas Malam setiap Rabu malam. Indy? Pass. Keluar nama Tikeu Priyatnakusumah, keliatannya dia cocok. Memperhatikan Tikeu di Extravaganza, sepertinya dia bisa membawakan acara kuis tsb. Dulu kan dia pernah jadi pembawa acara di Ruming, kalo ngeliat dia di Bincang Bintang Extravaganza dia juga keliatan tangkas.

Ada juga Tika Panggabean, yang juga sudah malang-melintang jadi pembawa acara dan penyiar radio. Setelah itu, mulei deh keluar yang aneh-aneh yang di luar kriteria yang dicari, bangsanya Vincent-Desta. Yang kalo di bayangan gue, mereka akan sangat ‘mempermudah’ para peserta kuis mendapat 3 milyar dengan clue intonasi suara mereka (dimana intonasi suara yang lebih tinggi untuk jawaban yang benar), hehehe.

Balik ke Dian. Entah karena saking gugupnya ato gimana, dia jadi suka salah nyebutin kata-kata yang tertera di layar. Diperhatiin sama gue dan adek gue, dia udah 3 kali salah nyebut loh. Kacow juga neng Dian nih.

Yang terakhir kemaren, salah satu pertanyaannya:
Klaustrophobia adalah penyakit akan ketakutan pada…
a. Ketinggian.
b. Serangga.
c. Ruang tertutup.
d. Api.

Moso’ Dian ngebacainnya,

"Klaustrophobia adalah penyakit ketakutan akan… a. Ketinggian. b. Serangga. c. Ruang tertutup atau d. Daging?"

Awalnya gue pikir gue yang salah denger, tapi adek gue juga menampakkan keterkejutan yang sama sambil ngomong, "Haah?? Daging??" Langsung gue sama adek gue cekakakan. Hahahahaha, api sama daging kan jauuuhhh?? Kacow. Kacooww. Ternyata.. Dian Juga Manusiaaa..

Kalo di DTK, akting dia bagus. Didukung sama aktris dan aktor yang berakting bagus pula membuat filem bersambung (gak tega bilang filem itu termasuk sinetron) yang berdurasi 1,5 jam itu sangat dinantikan pada minggu berikutnya.

Tapi ada satu aktor yang bikin filem ini jadi agak gak ‘imbang’. Ya, Fauzy Baadilla. Haduuh, akting dia yang sok cuek dan sangar (dengan memelototkan matanya) itu yang agak ganggu. Penting ya? Terus cara bicaranya kedengeran dibikin-bikin banget, gak natural (eh? Apa jangan-jangan cara ngomongnya dia gitu yak?)

Lagi-lagi, muleilah gue sama adek gue nyari aktor yang sekiranya pantas menggantikan pemeran tokoh Bramantyo ini.

Tapi, tapi, tapiii?? Setelah dipikir-pikir lagi kok gak ada nama yang tercetus ya? Waaa, ternyata kita cuman punya segelintir aktor memadai di Indonesia ya?

Keluar nama Nicolas Saputra, tapi dirasa kurang ‘bengal’. DJ Winky? Langsung ditolak mentah-mentah sama adek gue, haha. Maaf ya, DJ Winky, kami masih trauma melihat aktingmu di Jelangkung dan Mengejar Matahari. Keluar nama VJ Evan, tapi nggantung. Rizky Hanggono? Aduh, lelaki berwajah lempeng itu? Jangan deh. Vino G Bastian? Bengal-nya dapet tuh, tapi kata adek gue, "Aku agak terganggu dengan suaranya dia? Terlalu lembuuut.." Huhuhu, emang sih. Bye-bye, Vino. Agastya Kandou? Ngg, boleh laaah. Tapiii.. Aaahh, bingung…

Pesan: Emang paling enak jadi penonton, hihihi ;P
Pertanyaan: Berandai-andai nih, seandainya pembawa acara huwanstubi bukan Dian Sastro, terus siapa yang paling ‘masuk’ bawain tu acara? Terus di filem DTK, tokoh Bramantyo tu pantesnya diperanin oleh siapa?

4 responses so far

Oct 03 2006

Puding Busa Jeruk

Published by jurnalharianku under herRECIPES

Kutipan: Meskipun Anda sudah berada di tempat yang tepat, namun Anda akan tergilas bila hanya berdiam diri. <Will Rogers>

Hmm, masalah yang biasanya muncul kalo lagi puasa itu salah satunya pasti sulit ‘ke belakang’. Entah mungkin dikarenakan oleh kurang cairan (minum), kurang makanan berserat lantaran kalo sahur pengennya lauk yang ringkes, jarang makan buah akibat ketika bedug maghrib tiba pengennya langsung makan ini-itu dan akhirnya kelupaan makan buah, dll dsb. Hal itu juga yang dialami gue selama hari-hari pertama puasa. Yakult yang biasanya hari-hari mampu membantu gue lancar ‘ke belakang’ seakan gak mempan lagi, sampe-sampe mas Yud bilang, "Coba minum Yakult sehari lima, Yu.." Heh?? Yang ada gue overdosis Yakult dong?

Gak lucu kan kalo tiba-tiba ada berita, "Korban ditemukan tewas akibat overdosis minuman probiotik yang iklannya berjargon ‘Saya Minum Dua!’, namun karena kesulitan BAB, korban memutuskan minum lima sehingga korban ditemukan di tempat kejadian perkara.."

Yasuw, puter otak, cari makanan pembuka puasa yang selain seger tapi juga kaya serat. Gue nemu dua, pertama kalo lagi males gue tinggal beli cincau ijo atau cincau item. Mayan mbantu banget loh. Kedua, kalo lagi niat, gue bikin macem-macem puding. Kemaren kebetulan ada sisa putih telur banyak dan gue liat di lemari ada Nutrisari Jeruk. Hayoo, kita bikin puding busa jeruk! :D

Resepnya dari member milis NCC..

Puding_jeruk_saus_vla1Puding Busa Jeruk Saus Vla
sumber: Yeni Suryasusanti-NCC (dimodif sama gue)
untuk 1 cetakan puding gede

Bahan:
Puding busa:

4 butir putih telur
2 bungkus agar-agar putih
200 gr gula pasir (gue kurangin jadi 150 gr)
750 ml air
60 gr Nutrisari jeruk manis
Jeruk mandarin kalengan, tiriskan (kemaren gue gak pake karena gak punya)
Vla:
500 ml susu cair (gue cuma pake 250 ml)
200 gr gula pasir (gue cuma 50 gr)
2 butir kuning telur (gue cuma 1 kuning telur)
1 sdm maizena (gue pake 2 sdt maizena)
1/2 sdt ekstrak vanilla (gue pake 1/4 sdt ekstrak vanilla)
1 sdm rhum (gue gak pake)

Puding_jeruk_saus_vla2Cara membuat:
Puding busa:

1. Siapkan loyang puding, basahi dengan air dingin, tata jeruk mandarin kaleng di dasar loyang. Sisihkan.
2. Aduk air, agar-agar dan gula pasir dalam panci, rebus sampai mendidih, angkat dari api.
3. Tuangkan sedikit agar-agar bening ke dalam loyang untuk mengikat jeruk. Tuang Nutrisari ke dalam agar-agar sambil terus diaduk sampai larut dan uap panasnya hilang.
4. Sementara itu kocok putih telur sampai kaku, kecilkan kecepatan mikser, masukkan agar-agar yang sudah hangat sambil dikocok sampai tercampur rata.
5. Tuang ke dalam cetakan puding, dinginkan.
Vla:
1. Cairkan tepung maizena dengan sedikit susu, masukkan kuning telur dan vanilla, kocok rata. Sisihkan.
2. Rebus susu dan gula sambl terus diaduk sampai mendidih, kecilkan api.
3. Masukkan campuran maizena dan telur ke dalam rebusan susu, aduk cepat.
4. Biarkan sampai meletup, angkat, sambil terus diaduk-aduk sampai dingin.
5. Tambahkan rhum bila suka.

Pesan: Biar pudingnya gak misah, dikocok pake miksernya sampe adonan hampir dingin (tidak mengeras tapi juga tidak hangat), baru kemudian dituang ke cetakan agar-agar dan dimasukkan ke kulkas. (sumber tips: Vania’s blog)
Pertanyaan: Punya cara lain untuk mengatasi susah BAB?

No responses yet