Archive for November, 2006

Nov 30 2006

Spaghetti Andalan Nyokap Gue

Published by jurnalharianku under herRECIPES

Kutipan: Bukan berapa banyak yang kita miliki, melainkan sejauh mana kita dapat menikmati hal-hal yang kita miliki, yang dapat membuat kita bahagia. <Charles Spurgeon>

Yup. Gue mau kasi resep Spaghetti Andalan Nyokap Gue. Yang udah pernah nyobain, pasti tidak akan menyangkal betapa nikmatnya spaghetti bikinan nyokap gue ini. Apalagi dimakan anget-anget, di saat musim ujan gini. Hmm, wuenyaaakks!!

Udah gitu, bikinnya mudah pula. Resep ini elmu-nya udah ditransfer dari Nyokap ke Yu Harti. Gue? Tinggal makan doang, ahahahaaa! :D Resep ini pake metode K alias metode ‘kira-kira’, secara Yu Harti kalo bikin mengandalkan feeling, huhuhu.

Berikut hasil interview gue dengan Yu Harti mengenai resep spaghetti ini…

Gue (G): Jadi bahan-bahannya apa aja, Yu?
Yu Harti (YH): Daging giling seprapat kurang dikit.. bawang bombay seprapat.. bawang putih 2 siung.. tomat segar 2 buah.. saus tomat kira-kira 2 sdm.. oregano secukupnya.. lada hitam secukupnya.. garem 1/2 sdt.. gula 1 sdm.. Ini untuk sprapat bungkus spaghetti, Mbak..
G: Okeh, jadi spaghettinya dibikin seperti biasa (al dente), terus cara bikin sausnya?
YH: Daging giling ditumis sampe asap.. Gak usah pake minyak.. terus ditiriskeun..
G: Ooh, jadi daging giling ditumis terus disisihkan ya, Yu?
YH: Iya, terus pake minyak, tumis bawang putih sama bawang bombay sampe wangi, masuk daging giling yang tadi, terus masuk tomat segar, saus tomat, terakhir masuk bumbu-bumbu deh..
G: Okeeehhh, makasi ya, Yu.. :)

Nah, berdasarkan wawancara tersebut, gue coba bikinin resepnya yaaa :)

Spaghetti_nyokap1
Spaghetti Andalan Nyokap Gue
Sumber: hasil interview sama Yu Harti
untuk: 4-6 porsi

Bahan:
125 gr spaghetti, dibuat sesuai dengan petunjuk di balik kemasan atau direbus hingga kenyal (al dente)
150 gr daging sapi giling
1/4 bagian bawang bombay, potong kotak-kotak sedang (dice)
2 siung bawang putih, cincang halus
2 buah tomat segar, buang biji, potong kotak-kotak besar (cube)
2 sdm saus tomat
1/4 sdt oregano
1/2 sdt lada hitam bubuk
1/2 sdt garam
1 sdm gula
1 sdm minyak goreng

Spaghetti_nyokap3_1
Cara membuat:

1. Tumis daging giling hingga matang dan airnya susut/kering. Tiriskan.
2. Tuang minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan daging giling yang sudah matang, tomat segar dan saus tomat, tumis hingga tomat segar lunak.
3. Masukkan oregano, lada hitam, garam dan gula, aduk hingga tercampur rata. Tuang di atas spaghetti. Siap disajikan hangat. Hmm, yameeeeehhh! :9

Pesan: Kalau mau pedes, bisa ditambah saus sambal (seperti foto di atas). Tapi dimakan gitu aja juga udah pedes kok, kan pake lada hitam :))
Pertanyaan: Ada yang punya resep lasagna? :)

No responses yet

Nov 28 2006

Hujan!

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Orang picik mudah tersinggung oleh hal-hal yang remeh, orang-orang yang berpikiran luas bisa melihat segalanya tanpa merasa tersinggung. <Marie-Sophie Laroche>

Hutan_hujan
Hujan.
Akhirnya tadi malam mulai turun hujan. Setelah beberapa hari yang lalu panasnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, akhirnya sang hujan mau turun. Apa karena sang kodok? ato karena sang bango? Who knows? Hidung siapa? ;p

Tadi malam pukul 12 malam terdengar sayup-sayup, Glenn Fredly mendendangkan lagu-lagunya. Disusul jam 1-an, terdengar lengkingan teriakan Candil Seurieus. Gue lagi ada di mana sih? Denger mereka di radio yah? Ato mimpi kali, Yu?

Nope. Gue bener-bener sadar waktu denger mereka nyanyi dan itu sama sekali bukan suara dari radio. Iyaa, rumah gue kan deket banget sama SMU 70. Bahkan waktu gue sekolah di situ, gue jalan kaki kurang dari 5 menit udah nyampe. Naah, kemaren itu SMU 70 lagi ngadain GK, ngundang salah duanya ya Glenn sama Seurieus Band itu. Jadi lumi deh, ada hiburan kemaren malam :)

Terus tadi pagi bangun, eeh disambut hujan deras. Hmm, bau hujan. Kalo kata temen gue sih, itu bau tanah basah. Tapi, gue tetep nyebut itu bau hujan. Hmm, gue sukaaa sekali aroma hujan :) Hujan itu seakan mengajak gue untuk ke depan teras. Gue duduk diem sambil ngeliatin halaman depan gue yang mirip hutan itu diguyur sama air hujan. Rasanya dameiii deh. Sempet motretin hujan (belum mandi dan gosok gigi loh, bener-bener baru bangun, hihi). Dasar orang gak punya kerjaan, ahahahaaa! :D

Selamat dataaang, Hujaaan.. *pake nadanya Selamat Datang Cinta-nya AB Three ;)*

Pesan: Yu, perasaan bangun tidur kuterus mandi deh. Bukan bengong ngeliatin hujan. Tolong.
Pertanyaan: Yang normal tuh, bangun tidur kuterus ngapain?

One response so far

Nov 27 2006

Coconut Swirl Brownies

Published by jurnalharianku under herRECIPES

Kutipan: Persahabatan sangat diperlukan dalam hidup, karena tanpa sahabathidup terasa hambar walaupun kita memiliki kekayaan dan kemashyuran. <Aristoteles>

Ngeliat persediaan bahan-bahan kue di dapur, nemu satu plastik kelapa kering. Bikin apa yaa? Eh, tunggu.. perasaan gue pernah liat resep brownies pake kelapa di blognya mbak ini deh. Makin tertarik nyoba lantaran katanya tu brownies jadi one of the best brownies dan punya excellent taste. Wuaah, tunggu apalagi? Mari kita cuuubaaa! :D

Ternyata benerrr! Wuenyaakks! :9 Kelapa keringnya krenyes-krenyes. Udah gitu, karena bagi gue waktu eksperimen pertama rasanya kemanisan, jadinya gue tambahin 2 sdm coklat bubuk biar rasanya tambah ‘nyoklat’. Setelah dua kali eksperimen, rasanya udah pas dan mantaafff! :))

Coconut_swirl_brownies9
Coconut Swirl Brownies
untuk: 36 potong
sumber: dari blog mbak ini, resep aseli dari Martha Steward (Living Magazine-Februari 2004)
diadaptasi: sama gue, hehee ;)

Bahan:
Adonan:

8 sdm (120 gr) mentega tawar
2 ounces unsweetened chocolate +
4 ounces semisweet chocolate, cincang kasar (gue ganti pake 170 gr dark cooking chocolate)
2/3 cup tepung terigu serbaguna (gue tambah 2 sdm coklat bubuk)
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
3/4 cup gula pasir halus
3 butir telur besar
2 sdt vanilla ekstrak (gue cuman pake 1 sdt ajah)

Filling:
2 sdm gula pasir halus
2/3 cup susu kental manis
1-1/4 cup kelapa parut kering
1 butir telur besar
1/2 sdt vanilla ekstrak

Cara membuat:
1. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat celsius. Alasi loyang persegi 22cm dengan kertas roti, lebihkan 5cm pada bagian sisinya untuk memudahkan diangkat pada bagian sisinya.
2. Filling: aduk rata semua bahan dalam satu wadah, sisihkan.
3. Adonan: tim mentega tawar dan chocolate, aduk hingga meleleh. Biarkan dingin.
4. Campur tepung, coklat bubuk, baking powder dan garam dalam wadah lain. Sisihkan.
5. Campur adonan mentega-chocolate dan gula, kocok hingga rata. Masukkan telur satu per satu, kocok terus hingga adonan lembut. Masukkan vanilla ekstrak, kocok hingga rata kembali. Masukkan campuran tepung, aduk perlahan dengan spatula/sendok kayu hingga adonan tercampur rata.
Coconut_swirl_brownies46. Tuang 1/3 bagian ke dalam loyang dan ratakan dengan spatula. Drop 1 sdm filling dan beri jarak masing-masing drop. Tuang sisa adonan dan ratakan perlahan-lahan. Drop kembali sisa filling di atas permukaan.
7. Dengan menggunakan pisau butter, buat motif dengan menggerakkan pisau bolak-balik. Panggang selama 45 menit hingga matang (apabila tusuk gigi ditusukkan ke dalam brownies, akan keluar dengan sedikit crumbs tapi tidak basah). Diamkan dalam loyang selama 15 menit. Keluarkan brownies dari loyang dan diamkan hingga benar-benar dingin di atas rak kawat. Potong-potong. Siap disajikan! Hmm, enyaks-enyaks-enyaks! :9

Pesan: Bisa jadi pilihan kalo lagi bosen sama brownies yang itu-itu aja. Dijamin gak nyesel! :)
Pertanyaan: Ada yang punya resep brownies yang beda dari yang biasa?

No responses yet

Nov 23 2006

Creme Caramel Klasik

Published by jurnalharianku under herRECIPES

Kutipan: Satu-satunya cara agar orang berbicara yang baik-baik tentang kita adalah dengan berbuat baik kepada mereka. <Voltaire>

Ini nih, salah satu pesanan yang tertunda. Bapak ini udah minta dibikininnya sejak jaman puasa kemaren, tapi guenya gak sempet-sempet. Lagi gak mood bikin lah, bahannya ga ada lah, de-el-el-de-es-be. Sampe kemaren, kembali kembaran Om Farhan ini nanya lagi, "Kapan bikin Caramel lagi, Yu?"

Wedeeeh, kalo udah ditanyain mulu gini, kan guenya jadi gak enak hati. Hehe. Kemaren sore, akhirnya disempetin bikin. Siangnya sih emang udah rencana mau bikin, cuman panasnya itu loh gak nahan. Dapur (nyokap) gue tuh hari-hari aja udah puanas ‘men*. Apalagi beberapa hari belakangan ini, makin nuemeenn panasnya. Megap-megap deh gue kalo di dapur. Ahahahaaa, hiperbol! :D

Nah, jadi beberapa hari ini kalo gue mo eksperimen resep, ya cari yang resepnya mudah dan cepet bikinnya, kalo ngga yaa bikinnya agak sorean, sewaktu matahari sudah tidak menampakkan ‘garang’-nya lagih.

Sebenernya gue pernah posting resep Creme Caramel Rendah Lemak dulu, tapi gak ada fotonya. Ga afdol dong yah? Jadi supaya beda, gue sekarang bikin Creme Caramel Klasik. Selamat mencuba! :)

Creme_caramel7
Creme Caramel Klasik
untuk: 6 porsi (gue jadi 8 cup)
1porsi: 230,3 kalori
Sumber: Majalah Santap

Bahan:
500 ml susu cair
60 gr gula pasir halus
1 sdt ekstrak vanili
3 butir telur
3 kuning telur

Karamel:
100 gr gula pasir halus
60 ml/4 sdm air

Cara membuat:
1. Campur susu dan gula dalam panci, didihkan di atas api sedang. Jangan lupa mengaduk susu. Angkat, masukkan ekstrak vanili, dinginkan.
2. Karamel: masak gula dan air dalam panci dengan dasar yang tebal (api sedang) hingga mendidih perlahan. Aduk sebentar saja untuk melarutkan gula di pinggir panci, jangan aduk setelah mulai mendidih. Perhatikan warna gula, hentikan memasak jika gula sudah berwarna karamel yang bagus. Langsung angkat panci dari api dan bagi rata ke dalam mangkuk-mangkuk, tinggi karamel dalam mangkuk 3 mm. Sisa karamel bisa ditambah air dan disiramkan sebagai saus waktu penyajian.
Creme_caramel6
3. Custard: panaskan oven 190 derajat celsius. Kocok telur dan kuning telur dalam mangkuk sampai rata tapi tidak berbuih. Campurkan susu yang telah dingin ke dalam telur lalu saring. Tuang adonan susu-telur ke dalam mangkuk berisi karamel.
4. Au Bain Marie: taruh mangkuk karamel dalam loyang yang lebih tinggi dindingnya dari dinding mangkuk. Isi loyang dengan air panas yang telah dididihkan. Tinggi air mencapai 1/2 tinggi mangkuk. Tutup loyang dengan alumunium foil. biarkan pinggir-pinggir foil dilepas saja. Panggang 30-40 menit. Custard masih goyang-goyang setelah matang dan akan mengeras setelah dingin.
5. Mendinginkan: Setelah dingin, tutup dengan plastik lengket dan simpan dalam lemari es.
6. Penyajian: keluarkan dan sajikan terbalik di piring saji. Beri tambahan saus caramel yang disisihkan. Siap disantaaaaap! Hmm, slurp!! :9

*dari kata nemen yang artinya banget. Huruf E-nya dibaca pake E-pepet.

Pesan: Karamel tuh gula gosong, jadi bikinnya yaa jangan takut gosong :) Kalo warnanya masih seperti madu, masak terus sampe berwarna kecoklatan. Dijamin rasanya lebih nendang! :)
Pertanyaan: Kapan hujan ya? :s

No responses yet

Nov 22 2006

Gagal

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Integritas seseorang diukur dengan tingkah lakunya, bukan profesinya. <Junius>

Torasudiro
Huh! Gagal lagi rencana gue ke Trans TV. Emang. Gak penting. Bukan karena gue berencana ikutan casting dan ingin terpilih maen film memerankan satu tokoh dan berpasangan dengan Tora Sudiro (Ahahaha, ngarep! :D)

Bukan. Ditekankan, sepenuhnya bukan karena alasan semacam itu. Sebenernya gue mau ke Trans cuman buat ngambil hadiah gue yang udah lama banget ngendon di sana. Yah, kalo diitung-itung udah skitar 3 bulanan. Gimana yah, kalo ngga diambil, sayang… tapi waktu mau diambil, adaaa aja kendalanya. Kalo diitung-itung gue udah 2 kali bolak-balik Trans tapi gak ada hasil. Bete juga kan lama-lama.

Ngga, masalahnya bukan di Trans-nya. Tapi di gue. Ya, lagi-lagi kesalahan ada di gue. Titik. Gue ngga nyalahin siapa-siapa. Yang pertama, gue ke sana sekitar 1 minggu sebelum lebaran, yang pada kenyataannya waktu gue bilang mo ngambil hadiah, dibilang sama bagian informasi tempat pengambilan hadiahnya udah tutup buku. Ahahahaaa. Dengan lemas, kuberjalan gontai.

Terus yang kedua, kemaren Selasa, setelah baru sempet lagi gue dolan* ke Trans dan meyakini bahwa bagian pengambilan hadiah sudah ‘buka buku’ kembali, udah tiba ke lantai 6, ternyataa sama sekuritinya dibilangin untuk pengambilan hadiahnya cuman bisa dilayani pada hari Kamis. Akyu nampak deja vuuu. Ahahahaaa, kuberjalan kembali dengan gontai.

Nah, hari ini hari Kamis dan gue meyakini bagian tempat pengambilan hadiah masih tetap ‘buka buku’, eeh ternyata karena satu hal pak Prapto tidak dapat mengantarkan diriku ke Trans. Ahahahaaa, lagi-lagi kuberjalan dengan gontai.

Yah, gue anggep aja emang belum waktunya tu hadiah ada di tangan gue. Tunggu aku, hadiahkuuuuu.. Aku pasti akan menjemputmuuu..

*Main (bahasa Jawa, Red.)
Gambar diambil dari: Wikipedia.org.

Pesan: Mbokya ditelpon dulu tho, Yuuu.. Cari informasi yang jelas, udah bisa diambil belum hadiahmu? Kalo iya, kapan bisa diambil? Dhe-el-el-dhe-es-bhe. Barulah kausambangi hadiahmu ituuu :)
Pertanyaan: Hadiahnya apaan sih, kok sampe rela bulak-balik ke Trans?

No responses yet

Nov 15 2006

Panas

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Sekeras-kerasnya hati, pasti bisa diluluhkan dengan manisnya senyuman. <Goldie Hawn>

Iyah. Panas. P-A-N-A-S. Beberapa hari belakangan ini, rasanya gerah banget. Panas cuaca, panas suasana, panas situasi, panas kondisi, panas asmara (alah! Udah gak muchsin plesetan gituuu, haha).

Tapi beneran deh. Kemaren aja waktu lagi praktek cooking, puannassnya poll. Udah gak ada tuh, motret-motret hasil jadi masakannya. Maunya langsung bungkus, bawa pulang. Jalan dari JCC ke Moestopo, matahari menyengat dengan teriknya. Pening. Bawaannya mau marah mulu. Ibarat senggol dikit, bacok. Serius. Haha, canda denk ;P

Itu juga mempengaruhi suasana hati orang-orang, ternyata. Si A bilang inih, eeh si B menyangka si A bilang ituh. Si C bermaksud gini, eeh si D mengintepretasikan si C bermaksud gitu. Sensitif. Alhasil miskom, salah persepsi, salah duga, buntut-buntutnya su’udzon (berburuk sangka). Yaah, mungkin sekarang saatnya ya kita musti pinter-pinter diri mendinginkan hati.

Hmm, kalo udah panas gini enaknya ya cari yang dingin-dingin. AC kamar di-set paling poll dinginnya. Tutup pintunya, matiin lampunya, biarin selama 1 jam. Sementara itu, kita makan es kriiimm! Makan es krim walls Twister rasa coklat-vanilla-strawberry. Siapin juga minuman dingin lemon tea, cemplungin es batu banyak-banyak. Mak nyusss! Suegeer tenaaann :9

Jadi keinget, kemaren pulang dari JCC, bokap minta ditemenin beli beras di Makro-Ciputat. Pulangnya kita mampir ke  Pizza Hut. Itu yah, entah karena laper dan haus, gue pesen Mocha Float, uenaaknya berasa banged. Hmm, sekarang ajah masih kebayang-bayang. Minuman dingin campuran antara kopi dan coklat, dikasi 1 scoop es krim vanilla, ditabur sama cinnamon powder. Slurp! dahsyat, maan! :D

Pesan: Makasi yah udah nyempetin baca postingan gue yang ternyata gak penting inih. Eits, jangan marah! ;P
Pertanyaan: Gimana cara nanganin rasa panas yang tidak berkesudahan ini yaa?

No responses yet

Nov 04 2006

Pundung

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Kebahagiaan berbeda dnegan kesenangan. Kebahagiaan berhubungan dengan perjuangan dan penderitaan, serta pencapaian. <George Sheehan>

"Maaa, pokoknya aku udah gak tahaann.."
"Loh, memangnya ada apa tho, Nduk?"
"Aku ngga tahan lagi, Ma, menghadapi cobaan ini.."
*sinetron banged de*
"Coba.. Coba.. Ceritaken semua ke Mama, biar Mama ngerti duduk masalahnya.."
"Aku.. Aku.. Aku ingin berhenti saja, Maaa.."
*ala Aming*
"Apa maksudmu tho, Nduk?"
"Coba Mama tengok ke blognya dia, postingan yang ini. Dia mencaci maki aku, Ma! Dia dan adeknya!"
"Siapa? Siapa? Berani-beraninya dia mencaci-maki anakku tersayang. Anakku yang cantik. Anakku yang mempunyai multi-talenta. Dia harus berhadapan dengan Mama.. Siapa dia, Nak?"
*ala Tikeu*
"Trus.. Trus lagi.. Coba Mama baca majalah View edisi November, halaman paling belakang.. Aku.. Aku.. Kalau begini caranya, aku sudah tidak kuat menghadapinya, Ma.."
*masih tetep ala Aming*
"Aku ingin mengundurkan diri.."
"…"
"Baiklah, Nak.. Jika itu keputusanmu.. Mama tidak akan mencegahmu.."

Terhitung sejak tanggal 3 November, kuis tersebut sudah tidak tayang lagi. Host dari acara kuis tersebut mogok sampai batas waktu yang tidak ditentukan atau sampai ditemukan host yang pas untuk acara kuis tersebut.

Hahaha! Ngga deng, itu cuma imajinasi gue aja yang penasaran, kok kemaren kuis itu gue tungguin gak ada. Gak nongol-nongol. Di jadwal acara koran hari ini pun tidak tertulis acara kuis tersebut. Yaah, gimana ya, walopun gue caci-maki kan bukan berarti gue gak suka sama kuis tersebut. Itu satu-satunya acara kuis yang fun-nya dapet tapi dapet ilmu juga dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di kuis tsb. Merasa kehilangan dong gueee :(

Lagian, gak cuman gue yang ngomong gitu, sampe dimuat di majalah kan berarti ada yang kurang dari cara dia bawain tu acara. Terus dia pundung gak mao jadi host? Waaah, kalo gitu kejadiannya, makin gue caci-maki. Ahahahaha! Ngga deng, bo’ong.

Lagian gue gak ngerasa caci-maki kooo’, Mbak ini dan nyokap udah kesian mulu sama dia kalo gue sama adek gue mulai komen, haha. Gue kasi masukan karena gue peduli. Peduli sama karier dia sebagai aktris berbakat, peduli sama dia sebagai bintang iklan sabun kenamaan. Jangan sampe karena nila setitik, rusak susu sebelanga (tjiyyeeeh!). Lantaran cara dia ngebawain acara kuisnya gak sesuai ekspektasi, trus dianya jadi turun pamor. Kan kesian. Malahan, terakhir gue liat tu kuis, dianya malah jadi terlalu ‘lepas’, duuhh malah jadi keliatan berlebihan. Seperti dibuat-buat, gituu. Sesuai porsi dong deehh, sesuai porsi dong yaaa? ;)

Yaah, moga-moga pundungnya gak lama. Ato moga-moga (kalo dianya pundung tak berkesudahan) host pengganti yang dipilih, cucok dan pas untuk bawain acara kuis tsb. Ayo dooong, cita-cita jangka pendek adek gue kan pengen ikutan kuis ituh. Udah dari sekarang, dia rajin ngafalin segala macem yang ada di Wikipedia lantaran niat mulianya itu -yang mana ikutan kuis berhadiah terbesar, hehehe-.

Namun, sayang sungguh sayang, umur adek gue belum mencukupi. Makanya, ayo dooong, bikin acara kuis itu tetep ada sampe kira-kira 8 bulan ke depan, sewaktu adek gue genap berusia 17 tahun dan memiliki KTP. Atau.. atau.. (crossfinger, moga-moga pihak kuis tsb ada yang baca blog gue) adain edisi spesial untuk anak-anak Kelas Super -program belajarnya adek gue- biar bisa ikutan Kuis Super Milyarder 3 Milyar. Jadi walo belum cukup umur, dianya tetep bisa ikutan kuis itu, kan udah sama-sama super tuuuhh, hihihi.. Simbiosis Mutualisme (alaahhh?)

Pesan: Kesamaan nama dan tempat hanya kebetulan semata. Hihi ;)
Pertanyaan: Ada yang punya jawaban kenapa acara kuis itu kemaren gak ada?

———————————————————————————————————————-

UPDATE (5 Nov 2006): Ternyata acara kuisnya masih ada kok, hehe ;P Alhamdulilaaah :D Tapi cuman hari Minggu doang (-.-!) Yaa, gapapa deh daripada ngga ada sama sekali. Ya gak? ;)  

No responses yet

Nov 02 2006

Bokapku sayang, Bokapku malang..

Published by jurnalharianku under Uncategorized

Kutipan: Bahagia di rumah merupakan hasil terakhir dari semua ambisi kita. <S Johnson>

Pernah gak ngeremehin makan roti/kueh yang kadaluarsa beberapa hari dari "best before" alias udah jamuran?

Mungkin mikirnya, "Aah, masih bisa dimakan..",
atau "Aah, paling cuman sakit perut..",
atau "Aah, gak bakalan mati ini..",
dll, dsb.

Tapi baru-baru ini gue nemu bukti yang nyata untuk jangan pernah sekali-kali makan kueh yang sudah menjamur. Jangan pernah.

Beberapa hari belakangan ini, Bokap diare, muntah-muntah, eneg, gak bisa makan, dan lemes banget. Dan setelah berobat, baru ketauan kalo Bokap keracunan akibat makan kueh yang udah basi alias jamuran.

Jadi ceritanya, hari Minggu kemaren, masih dalam rangka silaturahmi lebaran, kita sekeluarga bertandang ke rumah sodara yang dituakan. Seperti biasa lah, kita disuguhin kueh-kueh dan lainnya. Nah, Bokap kebagian kueh bagian pinggir (yang ditengarai sudah menjamur). Bokap juga cerita kalo Bokap ngerasa tu kueh agak-agak pait rasa jamur gitu (yang langsung dikomen sama gue dan nyokap, "Udah ngerasa jamuran, kok masih tetep dihabisin si, Pah??) Dan, yup! Untuk menghormati sang empunya rumah, begitu kata Bokap. Tapi mungkin setelah kejadian ini, Bokap akan berpikir beribu kali untuk menghabiskan kueh yang udah menjamur ya, Pap? Hehe ;P

Dan bener ajah, pulang dari rumah sodara itu Bokap diare, bolak-balik ke belakang sampe lima kali, terus sempet muntah-muntah juga, terus makan sesuatu, eneg dan muntah lagi. Karena gak ada makanan yang bisa masuk ke tubuh, otomatis Bokap jadi lemes banget. Sampe sekarang pun sudah hari ke-5 setelah berobat, Bokap masih ngeluh eneg (walo udah bisa masuk makanan). Emang kata dokternya, lebih mudah nyembuhin keracunan karena virus dibanding keracunan karena jamur. Tuh, serem banget kaaann? :(

Keliatan sengsara banged deh Bokap gue. Kesian.. :((
Didoain cepet sembuh ya, Pap..

Pesan: Jangan makan kueh yang menjamur kalo ga mau ngerasain penderitaan yang sama seperti Bokap gue.
Pertanyaan: Ada yang tau tips cara meringankan rasa eneg?

One response so far