Apr 05 2007
Hanya Sebuah Pilihan
Kutipan: Banyak kebenaran yang baru kita sadari maknanya setelah kita alami sendiri. <John Stuart Mill>
Tadi nyokap sempet ngobrol sama kakak ipar gue,
Nyokap gue: Eh, mbak.. Ayu suka ‘mbajak’ kayak kita gini gak si?
Kakak ipar gue: Ngga lah, Mam. Yang suka ‘mbajak’ kan kita-kita doang, hahaha!
Yang dimaksud ‘mbajak’ itu ngambil lagu-lagu gratisan dalam bentuk MP3 dari internet. Emang, nyokap gue lagi getol-getolnya ngambil lagu-lagu dari internet. Kenapa gue ngga? Karena selain gaptek (hoho!), guenya juga masih belum sreg melakukannya. Sebenernya si, itu hanya sebuah pilihan. Dan pilihan gue saat ini adalah tidak mau melakukannya. Itu aja.
Gue dapet satu analogi dari Triawan Munaf (Trimun), yang gak lain gak bukan adalah bokap dari Sherina Munaf. Yaa, Sherina yang sekarang sudah gak mao disebut Sherina yang di Petualangan Sherina. Yang baru ngeluarin album Primadona. Nah, bapak Trimun ini menanggapi email dari salah satu member di milis Sherina yang memberitahukan sudah tersebarnya MP3 Sendiri-Sherina. Ini dia kutipan balasan email dari bapak Trimun:
satu lagu dari album PRIMADONA-nya Sherina memang sudah di-Radio
Play-kan sebagai single pertama. CD lagu tersebut sudah disebarkan ke
banyak radio-radio di Indonesia. Sehingga tidak aneh rasanya apabila
akhirnya ada format MP3-nya yang beredar. Banyak kemungkinan ‘kebocoran’ ini. Kita tidak bisa melawan teknologi.
Dan kami tidak kuatir. Mengapa tidak
kuatir? Karena kami beranggapan hal ini hal yang sudah harus diterima
sebagai kenyataan kemajuan teknologi.
Kalau boleh saya sedikit bercerita. Sebagai analoginya mungkin bisa diambil contoh produk lain. Misalnya ada merek pasta gigi baru
yang akan atau sudah diluncurkan. Tentunya pasta gigi baru ini selain
isinya (tooth paste/pastanya), hal lain juga dirancang dengan baik.
Seperti disain kemasan, bahan tube-nya, logo, keserasian warna,
display, iklan, penentuan harga dan lain sebagainya.
Semua itu dilakukan agar yang diperoleh konsumen itu bukan hanya isi pastanya saja tapi juga semua hal yang mendukungnya. Dari pengalaman mencarinya di
rak-rak supermarket, lalu rasa bangga pada saat membayar dengan uang
sendiri di kasirnya, membaca etiketnya, membuka kemasan luarnya, semua
ini menjadi sebuah pengalaman yang bermakna hingga pada saat kita
akhirnya memencet pasta tersebut ke atas sikat gigi kita dan mulai
menggosokkannya ke gigi kita dengan rasa yakin bahwa kita sudah
menggunakan pasta gigi pilihan yang terbaik.
Bayangkan kalau pasta gigi tersebut
kita peroleh dengan gratis di sembarang tempat, yang hanya berupa isi
pastanya saja tanpa kemasan apa-apa.
Nah, dengan permisalan/analogi di
atas tak jauh berbeda dengan bila kita mendapat sebuah MP3. Banyak
‘pengalaman’ dan kenikmatan lain yang tidak kita peroleh dibanding
kalau kita mencari, memilih, membeli, membuka, membaca cover dan mulai
mendengarkan lagu-lagu dari sebuah CD sambil membaca liriknya.
Semoga menjadi masukan yang berguna.
Salam dari
Metro Alam, Pondok Indah…"Sedikit banyak analogi di atas sesuai dengan pemikiran gue. Gue sendiri kalo beli kaset/CD bukan hanya tertarik dengan lagunya thok, gue juga menikmati setiap desain (maklum anak desain, hoho!) dan kata di dalam cover kaset/CD tersebut. Dan, gue juga pengen tau dan menikmati keseluruhan lagu-lagu dari kaset/CD yang gue beli.
Eh eh, tapi gue bukannya cari ribut sama yang suka ‘mbajak’ loh yaa. Gue pribadi juga gak ‘bersih’ amat kok. Banyak software desain yang gue bajak dengan pertimbangan kalo beli yang aseli terlampau mahal. Gue juga menyadari banyak hal yang mendukung pembajakan di Indonesia marak, contohnya faktor harga dan dari sisi kepraktisan.
Ada juga lagu-lagu lama yang kaset/CD, bahkan piringan hitamnya sudah tidak beredar di pasaran dan sulit dicari, namun MP3-nya justru ada. Yaah, banyak faktor lah. Ibarat buah simalakama. Jadi, buntut-buntutnya yaa balik lagi ke pilihan masing-masing
Foto diambil dari: Friendster Sherina Fans Club
Pesan: Album Primadona-Sherina sudah beredar. Dapatkan kaset dan CD-nya!
Pertanyaan: Udah beli album baru Sherina, blom?