Oct 29 2007
Es Pallubutung
Kutipan: Jangan menunggu inspirasi untuk mulai melakukan sesuatu. Lakukanlah sesuatu, niscaya inspirasi akan muncul. <Frank Tibolt>

Nah, nah. Kalo resep yang satu ini begitu cepatnya menjadi favorit keluarga gue. Dengan adanya resep ini, gak ada lagi pisang yang ngerasa minder karena lama-lama dicuekin. Begitu ngeliat setandan pisang kepok nganggur, langsung kukuuuss. Ngeliat pisang tanduk, kukuuuss. Ngeliat pisang raja bulu, kukuuuss. Ahahaha!
Emang enak pisang kukus ituh, apalagi dimakannya bareng sama bubur sum-sum, disiram sirup tjampolay yang wangi pisang susu-nya begitu hmm!, boleh ditambahin sedikit susu kental manis, terus dikasi es segunung deh. Wuueehh, itu yaa menikmatinya bisa sampe merem-melek, hoahahaha. Enak banged. Slurpyy! :9
Gue selalu bikin minimal tiga kali resep di bawah :))

Es Pallubutung Daeng
untuk: 4 porsi
sumber: Seri Masak femina
Primarasa ala Cafe & Kaki Lima 15
Bahan:
4 buah pisang kepok (tua dan matang)
50 gr tepung beras
600 ml santan, dari 1/2 butir kelapa (atau 50 ml santan Kara + 550 ml air)
1/4 sdt garam
2 lembar daun pandan
60 gr gula pasir
Es serut/es batu
Sirop warna merah (tjampolay tobh, cocopandan wokeh)
Cara membuat:
1. Kukus pisang bersama kulitnya hingga matang (15 menit), angkat, dinginkan. Kupas kulitnya, kemudian potong-potong melintang seromg setebal 3 cm.
2. Cairkan tepung beras dengan 200 ml santan. Masak sisa santan bersama garam, daun pandan, dan gula pasir hingga mendidih dan gula larut.
3. Masukkan larutan tepung beras ke dalam santan mendidih, aduk terus agar tidak bergumpal hingga licin dan matang, angkat. Gunakan api kecil agar bubur tidak gosong.
4. Penyajian: Siapkan mangkuk/piring cekung, taruh pisang iris di dalamnya, tuangi bubur tepung, tambahkan es serut/es batu. Tuangi sirop merah di atasnya, hidangkan. Enyaaakkss! :9
Pesan: Saat bulan puasa, sediakan selalu santan-gula jawa-daun pandan. Hidup pun akan berasa dameiii, hihihi ;P
Pertanyaan: Hayo, es apa yang sodaraan sama es pallubutung?