Mar 04 2008
Lagu Anak-Anak (1)
Kutipan: Tidak ada yang lebih membahagiakan selain mencintai pekerjaanmu dan mengetahui bahwa hal itu berarti. <Katherine Graham>
Errr. Belakangan ini, gue ngerasa miskin lagu anak-anak nih. Masih dalam rangka mengoptimalkan tumbuh-kembang Kiky, gue berusaha memperkenalkan sebanyak mungkin lagu anak-anak ke dia. Bukan, bukan lagu anak-anak berbahasa inggris, kalo itu mending langsung diputerin CD-nya, banyak dijual di toko kaset/CD. Secara lafal enggres gue ngga bagus, daripada ntar lafal Kiky ikut-ikutan ngga bener, huahuahua
Ato cance cincha lawra mau menyanyikannya untuk ponakankyu? Hihihiy
Gue malah ngerasa kesulitan cari lagu anak-anak berbahasa indonesia. Jadi, sebisa mungkin gue banyak-banyak nyanyi lagu indonesia buat Kiky. Itupun gue kadang gak tau judul benernya apa sama siapa penciptanya? :-I
Sejauh ini, yang sering gue nyanyiin..
Pamanku Datang
Kemarin paman datang
Pamanku dari desa
Dibawakannya rambutan, pisang
Dan sayur mayur, segala rupa
Bercrita, Paman, tentang ternaknya
Berkembang biak semua
Kasih Ibu
Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
Pemandangan
Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau terbentang
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang
Berpayung awan
Oooh, indah pemandangan
Desaku
Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai
Awan
Kulihat awan seputih kapas
Arak-berarak di langit luas
Andai kudapat ke sana terbang
Akan kuraih, kubawa pulang
Ambilkan Bulan, Bu (Cipt. Pak AT Mahmud)
Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Yang slalu bersinar
Di langit
Di langit, bulan benderang
Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan, Bu
Untuk menemani
Tidurku yang lelap
Di malam gelap
Pelangi
Pelangi pelangi
Alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau
Di langit yang biru
Pelukismu agung
Siapa gerangan
Pelangi, pelangi
Ciptaan Tuhan
Bintang Kejora
Kupandang langit
Penuh bintang bertaburan
Berkelap-kelip seumpama intan berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku
Bintang kejora yang indah slalu
Hujan (1)
Tik tik tik bunyi hujan
Di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua
Hujan (2)
Hujan rintik-rintik
Turun rintik-rintik
Di halaman di kebun
Hujan rintik-rintik
Ambilkan payung yang sperti jamur
Hujan rintik-rintik tak berhenti
Naik-Naik ke Puncak Gunung
Naik, naik ke puncak gunung
Tinggi, tinggi sekali
Naik, naik ke puncak gunung
Tinggi, tinggi sekali
Kiri kanan kulihat saja
Banyak pohon cemara aaa
Kiri kanan kulihat saja
Banyak pohon cemara
Burung Kutilang
Di pucuk pohon cemara
Burung kutilang berbunyi
Bersiul-siul sepanjang hari
Dengan tak jemu-jemu
Mengangguk-angguk sambil berseru
Trililiii Lilililililiiiii
Sambil berlompat-lompatan
Paruhnya slalu terbuka
Digeleng-gelengkan kepalanya
Menatap langit biru
Tandanya suka, ia berseru
Trililiii Lilililililiiiii
Cicak
Cicak cicak di dinding
Diam-diam merayap
Datang seekor nyamuk
Hap! Lalu ditangkap
Kelinciku
Berlompat-lompat
Jalan kelinciku
Telinganya bergerak selalu
Kukejar-kejar sampai aku lelah
Tak tertangkap Hap! Karena cepat
Kupu-Kupu
Kupu-kupu yang lucu
Kemana engkau terbang
Hilir mudik mencari
Bunga-bunga yang kembang
Berayun-ayun
Pada tangkai yang lemah
Tidakkah sayapmu
Merasa lelah
Bebek
Dengarlah kwek kwek kwek
Dengarlah kwek kwek kwek
Suara bebekku
Selalu kwek kwek kwek
Selalu kwek kwek kwek
Tak mengenal jemu
Becak (yaaa, walopun sekarang udah gak ada kendaraan itu yaa, tapi kan belum ada juga lagu Busway, huehehe)
Saya mau tamasya
Berkeliling, keliling kota
Hendak melihat-lihat
Keramaian yang ada
Saya panggilkan becak
Kereta tak berkuda
Becak! Becak! Coba bawa saya
Saya duduk sendiri
Sambil mengangkat kaki
Melihat dengan asyik
Ke kanan dan ke kiri
Lihat, becakku lari
Bagaikan tak berhenti
Becak! Becak! Jalan hati-hati
Delman
Pada hari minggu, kuturut ayah ke kota
Naik delman istimewa, kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuuukk
Tuk tik tak tik tuk tik tak, suara sepatu kuda
Kereta Api
Naik kereta api tut tut tuuut
Siapa hendak turut
Ke Bandung, Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo, kawanku
Lekas naik, kretaku tak berhenti lama
Kapal Api
Lihatlah sebuah titik
Jauh di tengah laut
Makin lama makin jelas
Bentuk rupanya
Itulah kapal api
Yang sedang berlayar
Asapnya yang putih
Mengepul di udara
Dua Mata Saya
Dua mata saya
Hidung saya satu
Dua kaki saya
Pakai sepatu baru
Dua telinga saya
Yang kiri dan kanan
Satu mulut saya
Tidak berhenti makan
Kepala Pundak Lutut Kaki
Kepala pundak lutut kaki lutut kaki
Kepala pundak lutut kaki lutut kaki
Daun telinga mata hidung dan pipi
Kepala pundak lutut kaki lutut kaki
Makan
Sebelum kita makan, Dik
Cuci tanganmu dulu
Menjaga kebersihan, Dik
Demi kesehatanmu
Banyak-banyak makan
Jangan ada sisa
Makan jangan bersuara
Banyak-banyak makan
Jangan ada sisa
Ayo makan bersama
Mandi
Ayo, Dik, ayo
Ayo, pergi mandi
Mandi sendiri tak usah ditolong ibu
Gosoklah badanmu
Lengan, tangan dan kaki
Pakai sabun mandi
Hingga bersih tak berdaki
Bung sik sik bung sik siikk
Bung sik sik buung
Bung sik sik bung sik siikk
Bung sik sik buung
Pesan: Yang tau siapa pencipta lagu-lagu di atas, boleh loh kasitau ke gue :))
Pertanyaan: Ada yang tau lagu anak-anak (indonesia) lainnya?